Advertisements

Scania K410, Triple Axle Sekaligus Flagship Scania di Indonesia. Rival Berat Mercedes OC 500 RF 2542

Scania K410 6

Readers, kembali lagi setelah kemarin dirilisnya double deck PO. Efisiensi yang sedikit menimbulkan tanda tanya seputar apakah chassis yang digunakan, kini penulis ingin mengangkat profil dari Scania 3 Axle, mesin kubikasi besar dan 3 sumbu roda kini mulai menjadi tren baru di dunia otobus di Indonesia. Walau sebelumnya pernah ada bus 3 axle juga yang merupakan hasil modifikasi seperti yang dimiliki oleh PO. Sumber Alam seperti pada artikel disini, kini tren itu semakin menguat dengan 3 Axle yang menganut 4 Wheel Steering yang berguna kala melakukan manuver – manuver di luas area yang sempit.

Scania K410 2


Yap, Scania melakukannya dengan baik pada K410EB , chassis ini masuk ke Indonesia medio 2015 lalu tepatnya sekitar bulan Juli 2015 via United Tractor. Chassis ini sendiri merupakan pesanan dari PO. BGS Satria Muda yang kala itu langsung mengaplikasikannya ke Karoseri Adi Putro untuk ditanamkan di body Jetbus 2+ SHD.

Spesifikasi dari Scania K410

  • ENGINE
    13 litre DC13 107 EURO 3
    4-stroke 6-cylinder in-line, 4-valves per cylinder,
    turbo-charged, intercooled, Scania PDE injection
    (separate electromagnetically controlled unit injectors)
    and air cleaner.
    Maximum Output
    301 kW (410 hp) @ 1,900 r/min
    Maximum Torque
    2,000 Nm @ 1,000 – 1,350 r/min
    Equipped with:
    Cruise Control
    Speed Limiter
    Centrifugal engine oil cleaner
  • GEARBOX
    GR875R, 8-speed Scania Opticruise with kick-down
    and oil cooling for gearbox.
    RETARDER
    Scania Retarder – automatic and manual control.
    AXLE GEAR
    R660, gear ratio 2.73
    COOLING SYSTEM
    Hydraulic driven, temperature – regulated cooling fan
    at 80°C.
    FUEL SYSTEM
    500 litres aluminium tank, fuel filter chassis mounted
    with water separator.
  • BRAKES AND SAFETY
    Disc brakes on front and rear axle, full air brakes with
    independent circuits for front, rear & parking circuits,
    with following as standard:
    • Electronic Stability Programme (ESP)
    • Electronically controlled Anti-lock Braking System
    (EBS)
    • Traction Control (TC)
    • Interlock valve with parking brake
    • Asbestos-free linings
    • Hill Hold function
    AIR DRYER
    High capacity air dryer with intelligent compressor
    control and oil separator.
    SUSPENSION
    Front (2) and rear (4) and tag axle (2) air bellows, with
    heavy duty shock absorbers, anti-roll bars on all axles.
    Total raising and lowering suspension.
  • STEERING
    Hydraulic powered. Fully adjustable steering
    wheel column, with air-powered locking mechanism.
    Right hand drive.
    FIRE ALARM SENSORS
    3 (three) fire alarm sensors located in engine
    compartment.
    ELECTRICAL SYSTEMS
    Alternator : Heavy duty 150A + 150A
    Master Switch : Located at batteries
    Batteries : 2 x 220 Ah capacity
    (Maintenance-free)
  • INSTRUMENT GAUGES
    Speedometer km/h; r/min meter; air pressure; fuel;
    temperature; LCD multi-display panel, individual start
    function key with engine stop request, automatic return
    on direction indicator level with button for
    windscreen washing.
    TYRES AND RIMS
    295/80 R22.5 tubeless tyres on 9.00 x 22.5 rims
    in the front and rear with spare, splash guard,
    front hub cover.
    TECHNICAL SPEC
    Front axle load (Max) : 7,500 kg
    Rear axle load (Max) : 11,500 kg
    Tag axle load (Max) : 6,000 kg
    Gross vehicle weight : 25,000 kg
    DIMENSIONS
    Axle distance (A) : 5,850 mm (variable)
    Bogie distance (B) : 1,300 mm
    Front overhang (I) : 2,500 mm
    Rear overhang (J) : 4,000 mm
    Chassis length : 12,350 mm (variable)
    Chassis width : 2,500 mm
    WHEEL LOCK : 52° (max)
    TURNING CIRCLE (Ø) : 20.1 m, kerb-to-kerb

*spesifikasi ini untuk Scania K410EB 6×2

*spesifikasi diatas sedikit memiliki perbedaan dengan versi Indonesia, yang mana Indonesia unit yang masuk mengalami penyesuaian sesuai kondisi alam di Indonesia.

 

Didapati informasi di beberapa blog menyebutkan K410 ini dengan akhiran K410iB , sedangkan merujuk pada Website Scania langsung, Varian yang ada untuk K410 ini adalah K410EB. Yang mana varian E memiliki sisi lebih pada kenyamanan dan diperuntukkan untuk perjalanan jarak jauh, dibandingkan varian i yang merupakan akronim dari intercity (antar kota) yang memiliki range jarak dekat – jauh.

Baca Juga :

Hino RN 285, Flagship Bus Hino Di Indonesia Saat Ini

Mercedes – Benz OH 1521 E III, Penerus Sang Legenda Si “Intercooler” OH 1521

Mengenal Scania K250UB, Bus Yang Akan Menggantikan Keberadaan Metromini

Si Legendaris Mercedes – Benz OF 1113, Bus Mesin Depan Mercedes Di Indonesia

Bus Scania Bermesin Depan Di Indonesia, Scania F Series

Mengenal Mercedes-Benz OH 1525, Pelopor Electrical Engine Management Dari Bus Mercedes Di Indonesia

Mengenang Perkasa (Texmaco), Pabrikan Chassis dan Mesin Bus Asli Indonesia

Mengenal Volvo B7R, Bus Bertenaga Besar Asal Swedia Yang Masuk Ke Indonesia

Mengenal Varian Bus Hino Bertransmisi Automatic Yang Beredar Di Indonesia

Mengenal Varian Mesin dan Chassis Bus Hino RK Series, Inilah Ciri – Cirinya!

Cara Mengidentifikasi Merk dan Tipe Bus Yang Beredar Di Indonesia – Hino AK8

Profil Isuzu LT 1, Penantang Baru MB OH 1526 dan Hino RK8 Di Indonesia

klik gambar untuk memperjelas :

Scania K410 5

Scania K410 4Scania K410 3

Scania K410EB ini selayaknya menjadi penantang terkuat dari Mercedes – Benz OC 500 RF 2542. Karena memiliki range power yang sama di angka 400 – 420 hp, sepatutnya perbedaan 10 horsepower tidak akan begitu berarti. Hanya PR besar bagi Scania yang bernaung dibawah United Tractor (Astra Group) adalah bagaimana caranya mempopulerkan K410EB ini sebagaimana Mercedes – Benz berhasil melakukannya pada 2542. Disamping itu jangan lupakan juga si “naga emas” Golden Dragon XML6145D13 yang merupakan varian termurah dari bus 3 axle yang beredar di Indonesia saat ini..

PO. Satria Muda yang kini menggunakan Scania K410 AdiPutro Jetbus2+ SHD ini menggunakan bus ini sebagai armada Bus Pariwisata, saat ini penulis belum mendapatkan kabar yang beredar PO mana yang akan menggunakan Scania K410 ini untuk dijadikan Bus Reguler antar kota, desas – desus hanya datang dari PO. SAN yang berniat meminang K410 ini untuk memperkuat jajaran armada regulernya. Mungkin readers disini ada yang bisa memberi info lebih?

semoga berguna. (imt)

foto : busnesia, bismania, google

Contact me :

Advertisements

35 comments

Sharing Pengalaman Atau Komentar Masbro Disini Ya

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: