Bus

Miyor, Pendobrak Tradisi Bus Sumbar Yang Diluar Nalar

imotorium.com – Bicara soal transportasi Sumatera Barat khususnya bus AKAP, pasti teringat akan kenangan lama tentang bus yang “bangkunya rapat, tiketnya mahal, tapi cepat sampai”. Dua faktor awal yang saya sebut diatas, agaknya kini sudah tidak berlaku lagi setelah Miyor hadir.

Geliat transportasi antar pulau khususnya yang berasal dari Sumbar kini telah bergeser, yang dulunya didominasi oleh bus dengan seat rapat dan fasilitas apa adanya, sekarang menjelma jadi bus yang adu kemewahan interior.

Saya masih ingat pasca Covid merebak tahun 2020, ada pergeseran tren tersebut. Penumpang – penumpang bus Sumbar yang tadinya “terima apa adanya” mulai concern ke kenyamanan dalam perjalanan. Apalagi waktu PPKM itu ada agenda “Social Distancing” yang berarti kapasitas dalam bus diharuskan berkurang dari semestinya, untuk menjaga jarak agar pandemi tersebut bisa dikendalikan.

Nah, muncullah bus – bus dengan seat yang lega – lega. Jumlah seat yang tadinya bisa tembus 45 seat kini berkurang signifikan menjadi dibawah 40 seat. Ada beberapa PO bus asal Sumbar yang mempertahankan jumlah seat banyak dikarenakan sudah punya fanbase / penumpang fanatik. Tapi yang menarik kembali ke judul, adalah pendatang baru yaitu PO Miyor.

Andalannya ga main – main, rilis 3 kelas sekaligus. Ada Platinum yaitu bus dengan seat reguler 2-2 yang berjumlah 30 seat (itu sudah lega lho), kemudian ada Suite Combi yang merupakan kelas campuran, ada seat duduk dan ada sleeper seat di dalamnya. Dan yang baru saja saya naiki adalah Dream Class alias bus dengan full sleeper seat.

Sleeper seat Miyor Prima Abadi
Interior bus Miyor Dream Class, sleeper seat berjumlah 22

Saya mencoba bus ini setelah diajak rekan – rekan kreator. Untuk ongkos Rp 950.000; bersaing dengan tiket pesawat. Memang mahal untuk sebuah moda transportasi darat yang mana bus kelas reguler di rute yang sama, ongkosnya hanya setengahnya saja. Untuk unit bus yang saya coba, ini menggunakan chassis Mercedes-Benz OH 1626 E4 dengan body Adiputro Jetbus 5 Dream Coach.

Fasilitas yang diberikan adalah sleeper seat berjumlah 22 saja dalam satu bus, tiap penumpangnya juga dapat voucher makan senilai Rp 25.000; yang berarti cuma sekali saja bisa kita gunakan dari 3x istirahat makan selama perjalanan.

Bus ini juga dilengkapi selimut, bantal, toilet, minibar dan selama perjalanan, impresi bagi saya pribadi yang sering lalu – lalang lintas Sumatera.. jujur agak kurang cocok dengan konsep sleeper bus untuk durasi perjalanan diatas 30 jam. Yang ada bosan dan capek juga karena posisi badan sepanjang jalan seperti dipaksa untuk tidur terus. Hiburan yang menyenangkan adalah saat bus naik kapal penyeberangan, singgah di rumah makan dan singgah saat jam sholat tiba.

Bus Miyor saat istirahat makan di RM Umega, Dharmasraya Sumatera Barat
Berhenti sejenak untuk menunaikan sholat subuh, di Muara Tembesi, Jambi

Karena waktu itu trip spesial, jadinya durasi perjalanan lebih lama dari biasanya. Kami para kreator ada dijamu oleh sang owner saat tiba di Muaro Kalaban, Sawahlunto. Sungguh senang bisa bertemu dan berinteraksi langsung. Owner dari Miyor ini mengakui ingin mendobrak pasar dan mencoba eksperimen dengan bus kelas sleeper ini. Bagi saya pribadi salut karena beliau inilah yang akan mengubah wajah transportasi umum asli Sumbar khususnya bus AKAP.

Video perjalanan saya dengan Miyor sudah upload di channel YouTube saya, dan akan diupdate berkala.

Semoga Miyor semakin sukses.(imt)

imotorium

Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

One thought on “Miyor, Pendobrak Tradisi Bus Sumbar Yang Diluar Nalar

  • Muchamad Iqbal

    Mantap ulasan yg menarik bang

    Reply

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.