Advertisements
jump to navigation

Mengenal Mercedes-Benz OH 1521 Intercooler, Sang Legenda Bus Indonesia March 8, 2017

Posted by imotorium in : Bus , trackback

imotorium.com –  Siapa yang ngga pernah nyicip sang legenda satu ini? Yap.. dari sekian banyak jumlah populasi bus Mercedes-Benz di Indonesia, bisa dibilang OH 1521 Intercooler adalah varian bus terlaris Mercedes – Benz di Indonesia bersama OH1518. Mercy satu ini lumayan banyak julukannya bagi para pencinta bus.. mulai dari intercooler, kuler, sampai kuler jahat melekat pada bus satu ini saking bandelnya.

Bandel?? ya.. OH 1521 intercooler generasi awal ini pantas menyandang predikat tersebut. Bus ini seperti sulit untuk rusak walau diajak menerjang aspal sejauh ribuan km sekali perjalanan.. Bus ini dahulu hingga sekarang masih menjadi Primadona bagi banyak PO – PO besar, sebut saja contohnya Lorena, ALS, Budiman, Raya, dll. Bus yang memiliki bunyi rem yang khas ketika ditekan ini juga terkenal berkat ayunan suspensinya yang lembut. Lupakan itu teknologi air suspension yang mulai tenar medio 2000-an keatas.. Suspensi leaf spring milik Mercy OH1521 ini merupakan juara di masanya bahkan hingga kini. Bantingannya moderat, tidak terlalu lembut namun juga tidak keras. Sehingga membuat nyaman penumpangnya dalam perjalanan dan tidak mudah merasa mual.

Dapur pacunya sendiri masih konvensional, tidak ada gimmick elektrikal dll seperti sekarang ini. Dari mesin OM 366 LA II/23 yang memiliki 6 Silinder OHV segaris berkapasitas 5958 cc ini sanggup memuntahkan tenaga sebesar 210 Hp / 2600 rpm dan torsi yang dihasilkan sebesar 660 NM pada rpm 1400. Tak lupa Mercedes menyematkan tangki bahan bakar yang cukup besar yaitu 210 liter untuk menunjang daya jelajah selama perjalanan.

Baca Juga :

Mengenal Bus Mercedes Benz OH 1518 King Sang Legendaris Nan Nyaman

Mercedes Benz OH 1521 E III, Penerus Sang Legenda Si Intercooler OH 1521

Mengenal Mercedes Benz OC 500 RF 2542, Bus 3 Axle Terpopuler Di Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Mercedes Benz OH 1526, Andalan Perusahaan Otobus Masa Kini

Mengenal Mercedes-Benz OH 1525, Pelopor Electrical Engine Management Dari Bus Mercedes Di Indonesia

Mengenal Volvo B7R, Bus Bertenaga Besar Asal Swedia Yang Masuk Ke Indonesia

Mengenal Bus Scania Bermesin Depan Di Indonesia, Scania F Series

setir tampah khas mercy golden era.. 2 spoke lengkap dengan cluster speedometer yang amat sederhana

Untuk piranti penghenti laju bus ini masih dipercayakan pada sistem pengereman drum brake dengan dual circuit full air system. Yang mana masih menyuguhkan bebunyian “cesss.. cesss” kala pedal rem diinjak. Namun bukan tanpa kekurangan, entah apa pas disebut kekurangan atau tidak.. untuk mengoperasikan pedal rem bus seri lawas mercedes – benz ini tidak cukup dengan sekali injakan pedal rem.. sang driver harus membiasakan diri untuk sedikit “mengocok” rem guna mendapatkan pengereman yang optimal.

Rosin Livery lama, berbody Adiputro Setra 🙂

Beralih ke sisi durabilitas, siapapun akan mengamini kalau bus ini jadi favorit bagi banyak PO yang memiliki rute jarak jauh yang memakan waktu berhari – hari. Ini salah satu kelebihan si Intercooler, selain karena mesinnya tidak mudah rewel.. karena suspensi daun yang empuk, bus ini juga memiliki chassis yang terbilang kokoh. Semua berkat digunakannya Ladder Frame sehingga bus ini mampu menopang beban hingga 15 ton plus. Beberapa contohnya di Sumatra selain mengangkut penumpang, bus mercy yang memiliki overhang pendek ini kerap kali digunakan untuk mengangkut barang di bagian atap yang jika dihitung bebannya sudah melebihi GVW bus tersebut. Seperti yang mudah ditemukan pada armada jarak jauh PO. ALS atau PMTOH..

salah satu bus eksperimen Adi Putro.. yap.. chassis 1521 lawas ini ditanam body SHD.. malah jadi guantenngg tenan

Kini, masih mudah menemukan OH1521 intercooler ini berkeliaran di Jalan walau memang populasinya sudah mulai berkurang tidak sebanyak dahulu karena sudah lama discontinue.. Semenjak Mercedes mengganti varian OH1521 ini menjadi New OH1521 E3 yang sudah pernah penulis bahas di artikel sebelumnya. Malahan yang terjadi saat ini OH1521 E3 seperti kurang diminati karena mesinnya yang lebih kecil, dan terasa tanggung akibat sang kakak OH1526 yang menawarkan tenaga lebih dengan pricing yang tidak perlu nambah terlalu banyak. Malah sebagian beralih ke kompetitor semisal Hino RK8 yang menawarkan harga chassis lebih murah namun tenaga yang dihasilkan cukup besar.

Bagi penulis, Mercedes – Benz OH 1521 Intercooler tetap one of the best bus chassis dalam sejarah bus Indonesia, akan sulit tergantikan walau jaman terus berganti. (imt)

foto : bismania, google

<

Advertisements

Comments»

1. ILmanTul - March 8, 2017

Jangan pernah ngaku naik bis mercy kalau belum pernah numpak OH 1521/1518 hihihi

(Klo saya sekarang kseringan numpak oh 1526 )

2. Michael Martoyo - March 9, 2017

min suspensinya bukan leaf spring tapi coil spring (per keong) mirip per motor bebek/matic

3. Joe - March 10, 2017

Pernah naik Pahala Kencana MB 1521 ke Purwoketo sama istri naik di kandang macan karena liburan, sokbreker y maknyus, istri yg biasa y mabok eh ini gak, bantingan y empuk.

4. unknown - March 16, 2017

Pernah dari Jogja ke Purwokerto naik Raharja OH1521, selama perjalanan enak banget, suspensinya empuk. Pas pulang-nya naik PO yg sama (Raharja) tapi bis-nya RG (jadi bisa bandingin), RG suspensi-nya lebih keras, bahkan untuk lewat obstacle kecil sekalipun. Terasa kerasnya…

NB: PO Raharja ini sempat merajai jalur JOG-PWT. Sebelum era Efisiensi…



error: Content is protected !!
%d bloggers like this: