HondaMotorReview & Test Ride / Drive

Mencoba Oli Terbaru AHM MPX 3 Seperti Apa Sih Rasanya?

IMG_20150926_144012[1]

Jakarta – Seperti inilah nasib kaum perantau, yang penuh aktivitas setiap harinya, khususnya sepeda motor yang penulis gunakan. jarak tempuh harian bisa menyentuh hampir 100 km, dimana sekarangpun bertambah sembari menjadi ojek online, dan terlebih kondisi lalu lintas ibukota yang selalu macet. Tentunya ini sangat menyiksa mesin, dan mengganti oli termasuk hal rutin yang penulis lakukan. Kali ini penasaran dengan oli baru rilisan AHM, seperti apa sih impresinya?

MPX 3, dengan SAE 20W-40 API SJ , JASO MA. Kali ini menjadi pilihan setelah sebelumnya setia dengan oli 10w-40 / 10w-30. Untuk mesin Revo ini sendiri hampir semua merk sudah masuk ke dalamnya :mrgreen: tentu saja oli dikuras hingga bersih. Karena tingkat kepo penulis sangat tinggi tentu saja begitu melihat oli yang dirasa “keknya cocok nih” langsung saja penulis tebus cukup Rp 31.000 saja 😀

IMG_20150926_144018[1]

Eksekusi MPX3 dilakukan pasca berjalan sekitar 3000 km-an bersama SPX1, loncat ke viskositas 20w-40 dari 10w-30. ini bukan sekali dua-kalinya. Penulis paham betul konsekuensinya berganti – ganti oli seperti ini, biasanya ketika memakai oli yang lebih kental, pengeluaran di bbm akan lebih banyak daripada oli yg lebih encer :mrgreen:

IMG_20150926_144406[1]

eksekusi ga pake ba bi bu XD

 

impresi pertama ketika di-slah kick starternya pertama kali, waw halus.. enteng!! seperti menggunakan fitur decompression yang disematkan pada jupiter mx. Entah karena ini mesin tua kali ya jadi sudah mengalami dekompresi. wkwkwk, yang jelas berbeda. Padahal pas pake SPX awal2 setelah ganti masih agak keras kick starternya dibandingkan ini.

Lanjut ketika Mesin dinyalakan, suara berisik yang sudah menjadi ciri khas mesin NF-110 ini pun tereduksi dengan baik. hanya putaran langsam mesin terasa turun, wajar karena oli lebih kental. dan ketika digunakan berakselerasi, jangan harapkan performa yang baik. Semuanya terasa flat.. bahkan mengalami penurunan performa. Idealnya oli ber-viskositas tinggi ini cocok untuk mesin – mesin yang sudah melanglang buana. dimana gap – gap antara part mesin sudah mulai renggang, cocoknya lagi, ketika mesin panas tentunya kekentalan oli akan berkurang. Inilah yang penulis akan uji.. biasanya untuk perjalanan jauh oli seperti ini asik..

Mesin akan cenderung lebih dingin pada saat perjalanan jauh karena tingkat viskositas turun ke titik yang masih lebih baik dibandingkan oli 10w-30. Jika pada prakteknya, pada kondisi dingin oli 10w-30 sudah lumayan encer, bila sudah mengalami perjalanan jauh tentunya akan mengalami penurunan performa yang lumayan signifikan karena oli akan jauh lebih encer. Ujungnya mesin cenderung lebih panas dan harus sering sering berhenti untuk memberi pendinginan pada mesin.

Review pasca pemakaian beberapa ribu km menyusul. semoga berguna 😀 (imt)

imotorium

Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

0 thoughts on “Mencoba Oli Terbaru AHM MPX 3 Seperti Apa Sih Rasanya?

  • welok.. 31k yo lumayan lho.. pelumas pertamina we luwih mahal.. mpx1 kurang penak.. nek spx1 cen beda.. hahaha

    Reply
    • mpx3 di mesin halus mbud. dingin lagi, cuma ya minusnya akselerasi kurang pas mesin masih dingin.. rekomended lah pokoknya

      Reply
  • walawala

    cintailah ploduk2 asli ngahaem ekekekekekekek

    Reply
  • mo mo oli mu 31rb an

    akakakak

    sek sek

    ngoahahahah

    Reply
  • penunggang mx

    bahasanya santun #eh :+D

    Reply

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.