Komparasi Trio Bus Double Deck Di Indonesia : Sempati Star vs PuMa vs Efisiensi


imotorium.com – Hola masbro, balik lagi nih imotorium bahas bus. Yap, belum lama ini jagat transportasi tanah air semakin hot dengan kedatangan sang double decker dari PO Putera Mulya yang sudah penulis bahas diartikel sebelumnya. Tentu saja ini semakin melengkapi jajaran PO yang fight di jalur AKAP dengan armada yang luar biasa elegan dan sangat menarik perhatian.


Putera Mulya bisa dibilang melengkapi keinginan para fans bus tanah air, setelah sebelumnya disuguhkan dengan armada AKAP milik PO. Sempati Star yang langsung memboyong sang armada double deck pertamanya berkaroseri Adi Putro dengan mesin 2542 jahitan Mercedes – Benz di ajang GIIAS 2015. Kemudian selang setahun kurang muncul juga armada Double Deck dari PO Efisiensi yang terkenal dengan armadanya yang selalu fresh dan klakson Teloletnya.

Komparasi antar ketiganya bisa dibilang menarik karena yang terakhir sang Putera Mulya datang dengan mesin yang berbeda yaitu buatan Scania dengan chassis K410 nya. Oke, masuk ke segi pelayanan.. Sempati star bisa dibilang paling maksimal dalam memanfaatkan armadanya. Jarak Medan – Banda Aceh terukur dalam aplikasi google maps mencapai 600 km, yang mana normalnya bisa ditempuh dalam waktu 11-14 (estimasi) jam tergantung situasi jalan. Putera Mulya dengan rute Jakarta – Wonogiri pun tidak kalah.. pengukuran dari Google Maps menujukkan hasil sejauh 562 km, yang mana hanya selisih sedikit saja. Namun disini waktu tempuh Putera Mulya lebih unggul dalam melahap jalur Jakarta – Wonogiri berkat jalan tol yang terbentang dari Jakarta hingga Palimanan, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu 9-11 jam (estimasi).

Sedangkan armada Double Deck Efisiensi sendiri bisa dibilang paling santai, yang mana armada ini ngga selalu berjalan melayani trayek reguler setiap harinya. Kadang lebih sering disewa sebagai armada bus pariwisata dan bila digunakan untuk melayani trayek reguler maka dapat dipastikan pada saat – saat peak season dan jam tertentu saja untuk memback-up armada bus reguler lainnya yang melayani trayek Jogja – Purwokerto / Cilacap. Jarak yang ditempuh pun tidak terlalu jauh hanya sekitar 180 an km saja. Tarifnya juga terbilang murah bila hanya sekedar merasakan bagaimana rasanya naik bus Double Deck. Efisiensi mematok tarif untuk upper deck seharga Rp 110.000 (45 seat) dan lower deck seharga Rp 120.000 (eksklusif 5 seat), namun sayang peletakan tangga ke dek atasnya berada di sisi depan sebelah kiri.. memaksimalkan space ruang memang namun menghalangi pandangan ke depan untuk yang duduk di sebelah kiri.

Putera Mulya sebagaimana yang dirilis dalam artikel sebelumnya memberikan tarif yang lumayan terjangkau dan bersaing. Untuk kelas Elegan yang menggunakan dek bawah, tarif dibanderol seharga Rp 325.000 dan untuk dek atas dengan kelas First Executive 2-2 berjumlah 38 seat dibanderol Rp. 225.000 . Murah karena perjalanan yang ditempuh memakan jarak cukup jauh dan itu semua sudah termasuk snack dan makan prasmanan di rest area.

Sempati Star disini bisa dibilang paling mahal karena mematok tarif sebesar Rp 250.000 untuk upper deck dan Rp 450.000 untuk lower deck (1-1 dengan seat ekstra besar dan TV LCD yang besar di tiap seat!!!). Itu semua tidak termasuk makan gratis kala beristirahat di rest area karena memang bus – bus sumatra tidak menerapkan hal yang sama seperti bus – bus lintas jawa. Namun Tarif segitu dirasa wajar karena kelas yang disuguhkan memang TOP banget dan medan yang dilalui lebih sulit dibandingkan rute yang dilalui oleh bus Efisiensi dan Putera Mulya.

Menganut tipe modular, sehingga membebaskan karoseri berkreasi

Membahas sisi kecepatan alias ngeblong, tentu saja 3 PO diatas ini bisa dibilang jago lari. Namun jangan dibandingkan dengan armada reguler biasa karena bus – bus ini double deck.. tentu tidak akan secepat dan selincah bus biasa. Bila memperhatikan dari besaran tenaga yang dihasilkan tentu saja disini Sempati Star dan Efisiensi boleh berbangga karena Mercy 2542 menghasilkan power 10 hp lebih besar dibanding Scania K410 yang digunakan oleh Putera Mulya dan beberapa armada Double Deck Sempati Star. Tapi realitanya selisih tenaga 10 hp itu tidak akan terasa, karena selisih itu begitu kecil untuk bus sebesar itu.

Bila ditanya.. penulis pilh yang mana.. hemm, tentu saja Putera Mulya adalah pilihan menarik karena rangenya berada di tengah – tengah.. dan tentu saja karena domisili saat ini masih di Pulau Jawa :mrgreen: entah kalau balik lagi ke Medan pasti kepengen lah nyoba naik Double Decknya Sempati. Dan bila ditanya pilih kelas yang mana.. tentu saja pilih kelas yang duduk di atas. Lah naik bus Double Deck kok duduk di bawah … ra entuk sensasine mazzzz…. share juga dong pendapat masbro sekalian atau malah pengalamannya naik Double Deck. Siapa tau bisa jadi referensi buat yang kepengen jajal armada bus Double Deck AKAP di Indonesia.

semoga berguna. (imt)

<<

15 comments

Sharing Pengalaman Atau Komentar Masbro Disini Ya

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: