Pengalaman Naik Bus Sempati Star Double Decker Jakarta – Medan (Part 1)

imotorium.com – Bus Double Decker kini jadi primadona dan ini adalah pertama kalinya saya menaiki bus double decker sempati star untuk perjalanan jauh, Bila sebelumnya hanya naik bus kota double deck atau sekedar mencicipi di pameran saja. Pilihan saya kali ini jatuh kepada Bus Sempati Star Double Deck dengan rute Jakarta – Medan. Bisa dibilang perjalanan saya kali ini selain pulang kampung juga sekaligus untuk melihat kembali kondisi lintas timur Sumatra setelah sekian lama tidak naik bus lewat sana (terakhir 2009 dari jakarta dan 2015 dari pekanbaru ke Medan).

Beruntung sekali karena akhir -akhir ini okupansi bus lintas sumatra bisa dibilang kembali hidup berkat mahalnya tiket pesawat yang terjadi sejak bulan desember 2018 kemarin. PO Sempati Star asal Aceh yang dimiliki oleh Pak Muchlis Yunus bisa dibilang pendatang baru di rute Jakarta – Medan. Bus ini menggantikan posisi PO Kurnia yang dahulu pernah mengisi trayek ini namun kini Kurnia sudah tidak melayani rute Jakarta – Medan – B.Aceh lagi. Bus Aceh rute hingga Jakarta yang tersisa hanya ada Putra Pelangi (dahulu CV. Pelangi) dan PMTOH hingga kemudian datanglah Sempati Star ini.

Seperti biasa, untuk pembelian tiket saya tidak pernah mengandalkan aplikasi daring untuk pemesanan tiket. Karena saya mengerti sistem pembukuan untuk seat yang tersedia di PO bus Sumatra kebanyakan masih tradisional, jadi demi menghindari kemungkinan double seat saya langsung membeli tiket bus di terminal keberangkatan, saya kali ini beli tiket Sempati Star di Terminal Pulogebang,

Sempati Star mematok harga tiket sedikit lebih mahal dibandingkan bus lintas Sumatra lainnya, wajar saja karena armadanya rata – rata masih tergolong baru dan kelas yang diberikan juga bagus. Untuk standar seatnya 2-2 dengan legrest dan toilet yang sempati star menyebutnya dengan istilah super VIP / Patas VIP (tidak ada perbedaan sama sekali). Harga tiket untuk armada bus standar Rp 550.000; dan untuk Double Decker dipatok Rp 600.000;

Double Deckernya Sempati Star sebenarnya menawarkan 2 kelas lainnya juga yaitu bigtop 1-1 dengan tarif Rp 900.000; dan Sleeper class dengan tarif Rp 700.000;. Pada saat saya melakukan trip dengan bus Double Decker ini april kemarin sebenarnya untuk jadwal masih tentative, namun kini bus Double Deck tersebut sudah fix rutenya tetap melayani perjalanan Jakarta – Medan PP. Bus yang digunakan Sempati Star untuk mengisi rute ini menggunakan chassis Scania K410iB triple axle dengan body Adiputro Jetbus 2 SDD.

Baca Juga : 

Bus Double Deck Pertama Adiputro Yang Dibeli Sempati Star

Saya mendapatkan seat nomor 2, posisi paling depan dengan legroom yang lega. Untuk fasilitas dalam bus ini terbilang sangat baik yang saya temui di bus lintas sumatra Jakarta – Medan, selain seat yang berukuran jumbo dengan legrest juga disediakan hiburan onboard berupa monitor LCD dengan pilihan film dan music serta socket usb yang berguna untuk mengisi daya gadget selama perjalanan.

Bus berangkat dari terminal Pulogebang jam 1 siang, awal mulanya saya pikir bus ini akan langsung menuju ke Merak namun ternyata tidak. Bus ini keliling dulu ke agen yang tersebar di Jakarta – Tangerang untuk menaikkan penumpang. Bus yang saya naiki ini singgah ke Agen Cililitan, kemudian ke terminal Kp. Rambutan, lanjut ke agen Pondok Pinang, lanjut lagi ke terminal Kalideres, lanjut lagi ke terminal Poris dan akhirnya berangkat ke merak jam 6 sore.

Tiba di Merak, bus singgah dahulu di rumah makan Dharma Raya. Awalnya saya agak malas untuk makan di Merak ini karena sudah terkenal harganya agak mahal bahkan lebih mahal dibanding RM di Lintas Sumatra. Namun tetap karena sudah 6 jam lebih sejak berangkat dari Pulogebang tentu lapar melanda… saya beli nasi soto dengan metode yang sering saya terapkan yaitu bertanya dahulu sebelum membeli. Akhirnya dengan harga normal Rp. 25.000; saya bisa makan enak.

Bus akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menyebrang ke Pulau Sumatra. Jam 8 malam bus masuk ke lambung kapal ferry Wira Artha, ya ini kapal yang sama seperti trip saya sebelumnya dengan ALS 358 via danau toba. Menyenangkan karena kapal ini punya musholla yang lega dan bersih serta toiletnya juga bersih. Dan yang jadi poin lebih dari KMP Wira Artha ini adalah waktu tempuhnya yang cepat. kurang lebih 3 jam akhirnya kapal tiba di Bakauheni. Dan disini bus Sempati Star Double Decker yang saya tumpangi akan memulai perjalanannya menjelajah lintas timur Sumatra hingga sampai ke kota Medan.

Bersambung ke artikel selanjutnya ya, stay tune.(imt)

imotorium

Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

32 thoughts on “Pengalaman Naik Bus Sempati Star Double Decker Jakarta – Medan (Part 1)

  • June 15, 2019 at 10:31 am
    Permalink

    Yaaah keburu habis,
    Om kalo ke danau toba,dari jakarta tiketnya berapa om,?bus nya selain ALS ada yg laen kah?

    Reply
  • June 17, 2019 at 5:53 pm
    Permalink

    Thanks for sharing mas, kebetulan bgt ni lagi nyari review sempati star tujuan Jakarta-Medan (・∀・)

    Reply
  • December 2, 2019 at 5:54 am
    Permalink

    Makasih infonya mas, sangat membantu aku banget. Mau tanya dong mas, brarti lbh enak klo beli tiketnya langsung ke lokasi yah, dibanding beli daring?

    Reply
  • January 9, 2020 at 12:03 am
    Permalink

    Bang paling enak bus double dek gini di sisi atas atau bawah ya. Sepertinya jadi pengalaman seru banget deh.

    Reply
  • January 9, 2020 at 12:50 am
    Permalink

    kapan bus jogja surabaya pakai douvle decker…
    Eka sama Sugeng belum ada yang berani maju duluan nih…

    Reply
    • January 11, 2020 at 11:42 pm
      Permalink

      Sumber kencono double decker atb… Apek nan…

      Reply
    • January 11, 2020 at 11:43 pm
      Permalink

      Urg lebih capek perjalanan 5-7 jam daripada ini mang asli… Entah kenapa 😅

      Reply
      • January 12, 2020 at 7:49 pm
        Permalink

        Apa senang melihat pemandangan baru di sepanjang jalan ya.. jadi lebih bersemangat

        Reply
  • January 9, 2020 at 8:35 am
    Permalink

    Jadi pengen asli mbah naik bis model begitu. Sayang di Pekalongan ke Jakarta atau sebaliknya tidak ada. Kalau ada mah saya pakai itu.

    Reply
  • January 9, 2020 at 8:56 am
    Permalink

    wihhhh kaca depan dipagerin gitu, kayak mau masuk daerah yang penuh Zombie wekekekekek

    Reply
  • January 9, 2020 at 9:45 am
    Permalink

    wah jadi inget jaman dulu naik bus dari terminal rawamangun ke jambi, 24 jam di dalam bus,

    Reply
  • January 9, 2020 at 10:42 am
    Permalink

    Sejak ada bus double decker, saya belum pernah naik bis lagi. Padahal dulu tiap mudik selalu naik bus.

    Reply
  • January 9, 2020 at 10:52 am
    Permalink

    Duh liat trip report gini jadi makin pengen jalan jalan ke sumatera naik bis… segerakan ah

    Reply
  • January 9, 2020 at 3:49 pm
    Permalink

    Mevvah…..itu kaca depan area supirtdi kasih besi sengaja ya mbah ? buat safety dari pelemparan batu ?

    Reply
  • January 9, 2020 at 10:26 pm
    Permalink

    Jadi teringat perjalanan naik bis 2001 Jakarta Medan pertama kalinya, dan kini gak akan terulang lagi kayaknya, malah pengen cobain kapal laut lagi

    Reply
  • January 10, 2020 at 11:14 am
    Permalink

    busnya kq ada visor guardnya kenapa ya?? lintas sumatra apa rawan terhadap pelemparan batu?

    Reply
  • January 10, 2020 at 5:25 pm
    Permalink

    Jadi kepengen ngerasain naik bis DD lagi nih…

    Reply
  • January 10, 2020 at 8:44 pm
    Permalink

    emangnya selisih dengan naik pesawat sekarang berapa dit ?

    Reply
  • May 9, 2020 at 6:23 am
    Permalink

    Kenapa big top sama sleeper lebih mahal big top

    Reply
    • May 9, 2020 at 4:06 pm
      Permalink

      Tempat tidur ngga laku di jarak jauh seperti ini, soalnya yang ada malah ngeluh pusing karena tidur terus

      Reply

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: