Pengalaman Naik Bus ALS Ke Medan, 67 jam Menjelajah Sumatra (Part 1)

imotorium.com – Assalamualaikum, balik lagi nih brosist.. Penulis seminggu lebih ini berada di Kota Medan dan ya sadar belum menulis report dari trip perjalanan dengan Bus ALS yang berlangsung selama 3 hari kemarin.

Berangkat dari Pool Klender pada 28 November jam 5 sore, penulis yang sudah memegang tiket 3 hari sebelumnya sudah membooking posisi duduk “Hot Seat” yang mana merupakan posisi favorit penulis. Ya karena ingin menikmati nuansa perjalanan yang bisa dibilang “ngga sebentar” ini.

Bus ALS kelas AC Toilet ini diawaki 4 orang kru yang terdiri dari 2 driver dan 2 kondektur. Tentu standar kru ini sudah cukup baik, mengingat terakhir penulis melakukan perjalanan serupa dengan bus asal Aceh yaitu CV. Pelangi bawa krunya sampai 5 orang. Yang satu merupakan helper merangkap mekanik.

Bus yang penulis tumpangi kali ini benar – benar diluar ekspektasi. Penulis sudah paham dan siap apabila nantinya akan dapat bus yang kondisinya sudah agak tua, namun rejeki menyambut.. Ternyata penulis dapat armada yang berumur baru 1 Tahun yaitu bus Mercedes-Benz OH 1526 dengan body Tentrem Avante HDD.

Di Pool Klender penulis juga tak lupa membeli nasi bungkus di warteg dengan lauk kering untuk antisipasi kelaparan selama perjalanan 12 jam kedepan. Ya pengalaman penulis dulu tiap berhenti di merak kemudian dalam penyebrangan dengan Ferry, harga makanan yang dijual mahal sekali. Beda begitu masuk Sumatera malah justru lebih murah.

Rute yang saya lewati dalam perjalanan menuju ke Medan

Setelah bus sudah diisi barang bawaan penumpang, dan penumpang sudah pada seatnya masing – masing, akhirnya bus berangkat meninggalkan Pool ALS Klender secara perlahan. Perjalanan sore itu menuju merak ternyata lancar sekali. Cuacanya pun bagus hingga Jakarta yang biasanya langitnya penuh warna kelabu akibat polusi tampak begitu cerah pada sore itu.

Malam hari jam 8 malam sudah tiba di Pelabuhan Merak setelah berhenti makan dahulu di RM ALS merak. Penyebrangan juga berjalan lancar karena ngga harus menunggu antrian kapal. Begitu bus masuk ke lambung kapal KMP Wira Artha, penulis beranjak ke Dek atas mencari mushola dan kemudian menikmati perjalanan.

Malam yang luar biasa. Cuaca cerah sekali dan ditemani oleh bulan purnama

Tiba di Bakauheni, Bus sudah berganti driver. Perjalanan melewati Provinsi Lampung ini dilalui pada malam hari hingga pagi. Karena badan sudah lelah tidurpun jadi solusi sambil diiringi lagu tembang kenangan yang diputar sang driver. Bus dipacu dengan kecepatan sekitar 60-80 kmh karena kondisi jalanan yang lengang.

About Aditya 762 Articles
Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Punya channel Youtube imotorium VLOG dan kadang - kadang host di KarsTV Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

5 Comments

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.