Pengalaman Naik Bus Sempati Star Double Decker Jakarta – Medan (Part 2)

imotorium.com – Bus Sempati Star double decker Scania K410iB yang saya naiki kini masuk Pulau Sumatra, setelah menempuh penyebrangan dari Merak menuju Bakauheni kurang dari 3 jam akhirnya kapal bersandar di dermaga dan perjalanan menembus lintas timur sumatra baru dimulai disini. Bus Sempati Star Double Decker ini masih menyisakan waktu sekitar 60 jam lagi dari Bakauheni hingga nanti sampai di Kota Medan.

Baca artikel sebelumnya disini :

Pengalaman Naik Bus Sempati Star Double Decker Jakarta – Medan (Part 1)

Bus Sempati Star yang saya naiki sempat tertahan di pintu keluar pelabuhan karena ada pemeriksaan dari kepolisian, yang mana memang semua kendaraan yang baru saja turun dari kapal seluruhnya diperiksa satu – persatu untuk menghindari kemungkinan adanya penyelundupan barang terlarang. Setelah berhenti hampir satu jam bus kemudian melanjutkan perjalanan. Ada yang beda kali ini dibanding trip saya sebelumnya dengan ALS karena Jalan Tol Lintas Sumatra sudah rampung hingga gerbang Terbanggi Besar. Bus langsung berjalan dan setelah menempuh kurang dari 2 jam akhirnya keluar di GT Gunung Sugih.

Keluar dari jalan tol bus tidak memakan waktu lama untuk sampai perhentian selanjutnya. Kali ini berhenti di RM Gadang Jaya 3 dan disini berhenti untuk menaikkan paket yaitu berupa bawang putih untuk dikirim ke Palembang. Jalan Tol ini cukup ajaib bagi saya yang selama ini sering menempuh lintas sumatra, karena biasanya jika lewat jalan biasa dengan waktu sekitar 2 jam dari bakauheni biasanya baru akan tiba di kota Bandar Lampung (itupun jika tidak berhenti istirahat di Kalianda).

Karena posisi waktu menunjukkan pukul 2 pagi, akhirnya tidak ada yang turun untuk makan. Hanya ada sebagian yang turun dari bus hanya untuk meregangkan badan dan merokok setelah bosan duduk dalam bus. Setelah 30 menit kemudian bus diberangkatkan kembali menuju lintas timur Sumatra melewati Menggala, Mesuji hingga Palembang. Bus Double Deck Sempati Star ini tidak dipacu dalam kecepatanĀ  yang tinggi sebagaimana lazimnya bus Sumatra karena bodynya yang agak tinggi dan panjang. Ditambah lintas sumatra mulai perbatasan lampung dan Sumsel kondisi jalannya tidak mulus.

Baca Juga :

Pengalaman Naik Bus ALS Ke Medan, 67 jam Menjelajah Sumatra (Part 1)

Matahari terbit di ufuk timur, bus terus melaju melewati perkampungan penduduk dan perkebunan sejauh mata memandang. Lintas timur Sumatra memang tidak melewati rute perbukitan sebagaimana lintas tengah, dan jalannya juga cenderung lurus tidak terlalu banyak tikungan. Kondisi ini lantas jadi favorit bagi truk logistik, ekspedisi dan truk CPO berlalu – lalang antar provinsi karena medan yang tidak sulit dan kondisi jalanannya lebih ramai dibanding Lintas Tengah.

Masuk Sumatra Selatan jalan makin bertambah buruk kondisinya, banyak lubang di kanan kiri jalan sehingga macet tidak terelakan. Semua kendaraan berjalan hati – hati dan di beberapa titik terpaksa bergantian untuk melewati badan jalan yang masih baik kondisinya sementara di sisi lainnya sudah berlubang dalam dan diberi tanda oleh warga seperti ditanam batang pisang dan diberi tulisan. Paling parah macetnya saat itu adalah saat melewati kecamatan Tugu Mulyo di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

About imotorium 831 Articles
Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

2 Comments

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.