Pengalaman Naik Bus Sempati Star Double Decker Jakarta – Medan (Part 2)

Bus Double Deck Sempati Star ini tentu saja harus sangat berhati – hati karena lebih tinggi dan cenderung mudah limbung. Ketinggian bus inipun diadjust oleh pengemudi agar lebih tinggi dan tidak gasruk karena lubang yang cukup dalam tersebut. Dan ternyata Scania K410iB ini bisa melewati lubang jalanan tersebut dengan aman tanpa kendala. Lepas dari kemacetan bus langsung dipacu dalam kecepatan 60-80 kmh untuk mengejar waktu istirahat di RM Pagi Sore Teluk Gelam.

 

Akhirnya bus berhenti di Teluk Gelam pada pukul 11.00 WIB. Saya langsung mengambil handuk di tas dan kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Disini kamar mandinya tersedia banyak dan airnya juga bersih, mandi cukup membayar 2000 rupiah dan setelah itu baru kemudian makan di restoran. Seperti biasa sebelum pesan makanan tanya dahulu agar tidak digetok harga oleh karyawan rumah makannya.

Baca Juga :

Kaget Dengan Mahalnya Rumah Makan Lintas Sumatera? Berikut Tips dan Trik Supaya Hemat

Di RM Pagi Sore Teluk Gelam ini banyak bus yang berhenti selain Sempati Star yang saya naiki. Ada bus Putra Pelangi, Lorena dan Bus Pariwisata Fajar Riau juga berhenti disini. Di samping RM Pagi Sore ini juga ada pintu masuk lokasi wisata Danau Teluk Gelam, tapi agak disayangkan sepertinya kondisinya kurang terawat.

Bus melanjutkan perjalanan menuju Kota Palembang. Disini baru banyak pemandangan rumah panggung khas Sumsel dan bisa melihat aktivitas penduduk yang ramai. Melewati jembatan Talang Pangeran, jembatan Tanjung Raja dan kemudian masuk ke tol Indralaya Palembang yang belakangan ini baru saya ketahui tidak menjadi bagian dari tol Lintas Sumatra.

Baca Juga :

Update Foto Pembangunan Tol Trans Sumatra (Lampung Bakauheni – Metro – Terbanggi Besar)

Akhirnya sekitar jam 3 sore bus masuk Loket Sempati Star Palembang. Disini berhenti cukup lama dan bisa buat makan juga walau sekedar jajan sate padang. Penumpang dari Jakarta kebanyakan turun di Palembang sini dan hanya beberapa yang naik untuk menuju kota berikutnya seperti Jambi, Pekanbaru hingga Medan. Paket bawang putih yang dibawa dari Lampung juga diturunkan disini dan setelah berhenti sekitar lebih dari 30 menit bus melanjutkan perjalanan menuju Medan.

Belum lama keluar dari Kota Palembang, bus yang saya naiki ini kembali terjebak kemacetan di daerah Banyuasin. Ya kondisi jalanannya serupa dengan kondisi jalan di Tugu Mulyo, namun karena ini lebih banyak pemukiman penduduk otomatis kondisi lalu lintasnya jauh lebih ramai dan beberapa kali juga ketemu kendaraan pribadi yang maksa melawan arus dan melewati bahu jalan.

Entah apa pekerjaan dinas PU Sumatra Selatan ini, kok bisa jalan provinsi yang rusak ini dibiarkan tanpa segera dilakukan perbaikan. Selain membuat kemacetan panjang juga kasihan pada warga sekitar yang kebetulan rumahnya berada di pinggir jalan lintas yang dilalui oleh banyak kendaraan tersebut. Kondisinya sangat berdebu dan tentu saja tidak sehat. Disisi lain kondisi seperti ini kerap menimbulkan kecelakaan apalagi bagi pengendara roda dua karena sangat bahaya kondisi jalan yang berlubang, berpasir dan banyak kerikil berceceran bisa menyebabkan roda motor kehilangan traksi.

Bus akhirnya kembali istirahat dirumah makan RM Pagi Sore di Sungaililin pada jam 8 malam, kondisi rumah makannya disini lebih bagus bila dibandingkan RM Pagi Sore sebelumnya di Teluk Gelam dengan kamar mandi yang banyak dan bersih serta suasana restorannya yang lumayan mewah. Nasi dengan ayam goreng jadi pilihan makan malam kali ini dan tetap saya bayar 25 ribuan saja. Oya di RM Pagi Sore Sungaililin ini juga ada ATM Bank BRI yang bisa digunakan untuk mengambil uang cash guna bekal dalam perjalanan.

Bersambung di artikel selanjutnya ya. (imt)

About Aditya 786 Articles
Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Punya channel Youtube imotorium VLOG dan kadang - kadang host di KarsTV Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

2 Comments

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.