NewsPesawatTransportasi Massal

Tiket Pesawat Sepanjang Tahun 2019 Mahal, Waktunya Balik Naik Bus dan Kapal?

imotorium.com – Assalamualaikum, menarik nih beberapa hari belakangan ini seiring usainya libur tahun baru dan sekarang tercatat sudah tanggal 11 januari 2019, yang artinya memang sudah normalnya kembali kaum pekerja mencari nafkah dan anak sudah masuk sekolah.. ada tanda tanya besar kenapa harga tiket pesawat tak kunjung turun juga?

Sebenarnya gejala melambungnya harga tiket ini sudah penulis rasakan sejak akhir November 2018 kemarin. Ya sempat iseng mengecek harga tiket pesawat Medan – Jakarta ternyata harganya mahal semua padahal libur tahun baru masih sebulan lagi. Dan lucunya yang mahal itu justru tiket direct flight. Tiket perjalanan transit justru lebih murah namun tetap saja memakan waktu lebih lama di jalan dan airport taxnya juga pasti bakal kena tax international, ya sama aja mahal dong malah lebih lama!!

Dari 600-700 ribuan jadi 1,4 jutaan, dan ini terjadi dari desember 2018 kemarin bahkan dicek secara random contoh maret 2018 harganya flat.

Akhirnya dari medan kemarin dapat harga tiket pesawat murah balik ke Jawa dengan tujuan Jogja. Yaa, semua airline swasta dan plat merah asli dalam negeri patok harga 2x lipat dari biasanya. Beruntung dapat pesawat dari negeri sebelah yang tarifnya masih rasional, walau harus landing di Jogja.. Ya sekalian main juga jadinya.

Setelah penulis mencari tau apa penyebabnya, ya pertama memang sudah ada wacana bahwa Tarif Batas Bawah (TBB) akan dinaikkan dari 30% menjadi 35% pada akhir tahun It’s okay..ngga terlalu ngaruh kalau naik cuma gocap atau cepek.

Tapi kenyataannya, pas akhir November ada kecelakaan pesawat singa merah yang belum lama berangkat dari Bandara Soetta. Dari sana baru deh wacana menaikkan harga kembali mencuat dengan alasan untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan. Ditambah dengan momen liburan panjang akhir tahun.. Demand meningkat, dan harga naik. Oke dirasa wajar.. Tapi setelah libur usai dan semua sudah normal kembali kok harganya tetap manteng diatas satu jutaan?

Tarif Batas Bawah Penerbangan Sempat Naik Tapi Turun Lagi

Mari flashback sedikit, awal 2015 saat Kemenhub dipimpin oleh Pak Jonan, sudah ada kebijakan peningkatan TBB tersebut, malah Pak Jonan memberi batas minimal 40%. Nah imbas dari TBB 40% tersebut (yang mana harga tiket cuma naik sedikit, ngga 2x lipat kayak sekarang) penerbangan di Indonesia sempat turun penggunanya. Alasannya jelas untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan Penerbangan.

Dan akhirnya menjelang akhir tahun 2015 kembali Kemenhub merevisi (Permenhub) Nomor 126 Tahun 2015 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri

“Harganya (tarif penumpang) serendah-rendahnya tadinya 40 persen, maka load factor-nya akan turun, sehingga (tarif penumpang) serendah-rendahnya jadi 30 persen dari batas atas,” Ungkap Dirjen Perhubungan Udara saat itu Suprasetyo sesuai yang dikutip dari laman CNN Indonesia

Nah.. Bila 2015 imbasnya sudah lumayan membuat load factor sudah menurun cukup lumayan dan bisa membuat penerbangan sepi peminat. Apalagi sekarang 2019 ini yang tarifnya sudah bisa dibilang nyaris 2x lipat dari biasanya, nyaris menyentuh Tarif Batas Atas (TBA)

Ditambah lagi, seolah masih kurang mahal tarifnya, ada wacana penghapusan fasilitas bagasi gratis. Ide bermula dari maskapai merah swasta dan akhirnya maskapai hijau pun ikutan punya hajat. Yaa di kelas LCC memang ada beberapa yang menerapkan kebijakan bagasi berbayar tersebut. Malah ada yang cuma sekedar pilih seat harus bayar lagi. namun secara logika, harusnya tarif dasarnya turun dong… Dan kenapa ini harga tiket sudah naik nyaris menyundul batas atas, bagasi gratis dihapus pula? Ngga sesuai nama lagi dong ya Low Cost Carrier (LCC).

Ngga cuma kelas LCC aja, yang full service juga naikin harga nyaris mentok TBA sepanjang tahun 2019. Kompakan nih yee, gimana mau memajukan Pariwisata dan Ekonomi kalau ongkos mobilitas didalam negeri malah dibuat mahal. Bertolak belakang sama misi “Pesona Indonesia” dong.

Sisi Positif Harga Tiket Pesawat Mahal

2 tipe transportasi yang selama ini seolah “didzolimi” oleh tarif murah bahkan perang harga tiket pesawat seperti Kapal Laut dan Bus Antar Kota Antar Provinsi menjadi bergairah kembali. Buat kaum perantau yang hendak pulang ke kampung asal atau hendak merantau mencari nafkah mulai menyiapkan waktu lebih untuk perjalanan ketimbang membayar selisih harganya yang lumayan bisa dipakai buat makan dalam seminggu.

Kesimpulannya untuk tarif mahal penerbangan ini belum ada sama sekali, selain terasa aneh.. kini masalah ini sedang ramai dibicarakan dimana – mana, ya semoga ada jalan keluarnya segera dan normal kembali seperti sediakala.(imt)

imotorium

Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

4 thoughts on “Tiket Pesawat Sepanjang Tahun 2019 Mahal, Waktunya Balik Naik Bus dan Kapal?

  • Sampai ada yg bikin petisi di change.org yg menuntut turunkan harga tiket pesawat ini

    Reply
    • Nah, untung sudah ada pembicaraan dan tercatat 13 januari 2019 salah satu maskapai sudah menurunkan harga kembali mendekati normal

      Reply
    • Darat dan laut. Berharapnya Pelni bisa berjaya kembali seperti 1990-2000 awal dahulu

      Reply

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.