jump to navigation

Inilah Alasan Mengapa Banyak Bus / Mobil Diesel Tidak Mematikan Mesin Saat Mengisi BBM Solar di SPBU 18 Januari 2016

Posted by imotorium in Bus, Eksperimen, Mobil, News.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

bus isi bbm

Pasti readers pernah merasakan sendiri, terutama bagi penglaju harian dengan bus.. terkadang ketika mengisi bbm solar di SPBU.. mengapa mesin dibiarkan hidup alih – alih bukannya dimatikan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran.

bus isi bbm-spbu cantik

Jika pada mesin bensin, memang wajib untuk mematikan mesin dikala mengisi bbm. Karena sifat dari bensin itu yang mudah terbakar, namun ada alasan lain ketika penulis mencoba searching.. dan tertarik pada satu video yang diulas oleh fifth gear.. yang mana disana mereka melakukan eksperimen memasukkan bensin ke mesin diesel dan sebaliknya.. memasukkan solar ke mesin bensin.

Baca Juga :

Mengenal Varian Bus Hino Bertransmisi Automatic Yang Beredar Di Indonesia

Cara Mengidentifikasi Tipe, Merk, Dan Mesin Bus Yang Kita Naiki

Cara Mengidentifikasi Merk dan Tipe Bus Yang Beredar Di Indonesia – Hino AK8

Mengenal Bus – Bus Di Area Tambang, Ground Clearance Tinggi dan Ban Off Road

Di awal video dijelaskan bahwa bensin dan solar memiliki karakteristik berbeda, Jon Bentley dalam video berikut ini mencoba menyulut masing – masing jenis bahan bakar.. seperti diulas diatas.. ketika ceceran bensin disulut langsung berhasil terbakar, sebaliknya terjadi pada solar.. ketika coba disulut.. bahkan sampai berkali-kali, tetap tidak bisa terbakar

video diatas juga menjelaskan pengaruh bila kedua jenis mesin, saling bertukar bahan bakar. akhirnya setelah sesi test dilakukan.. mesin bensin tidak mampu bertahan lama, selalu mengalami knocking dan akhirnya mogok dikarenakan solar yang masuk ke ruang bakar tidak bisa terbakar sempurna..

jon bentley fifth gear

setelah menguras solar, jon bentley mengisi bensin lagi, mesin mobil itu bekerja seperti sedia kala

Sebaliknya ketika mesin diesel yang kita kenal memiliki kompresi tinggi.. ketika dimasukkan bensin mampu bertahan beberapa putaran, bahkan ketika sampai sesi test emisi walau hancur lebur hasilnya.. dan akhirnya mogok juga.

bus isi bbm 3

Sedikitnya ini bisa menjelaskan mengapa banyak pengemudi yang berani tetap menyalakan mesin bus ketika mengisi bbm solar, apalagi jika bus tersebut menggunakan AC, pengemudi enggan mematikan mesin karena nantinya AC juga akan ikut mati, dan akibatnya penumpang ada yang komplain.. jadi serba salah rasanya..

bus isi bbm 2

Ada yang bilang ini sudah menjadi kebiasaan.. dan hampir tidak ada kasus bus atau mobil diesel jenis apapun terbakar saat mengisi solar di SPBU membuat pengendara cuek saja.. Dikarenakan lagi sifat solar tidak mudah terbakar, solar memang hanya akan terbakar ketika mendapat kompresi yang tinggi , Pengkabutan yang berupa campuran minyak solar dan udara yang dikompresikan ke dalam ruang bakar mesin bisa mencapai tekanan antara 20 – 30 kgf/cm2 sehingga suhu dalam ruang bakar berkisar 650–750 derajat celcius untuk bisa terbakar sempurna.

bus isi bbm - dispenser

dispenser 4 nozzle🙄 gabungan bensin dan solar

Walau sebenarnya tindakan para pengemudi bus / mobil diesel yang tetap menyalakan mesin dikala mengisi bbm itu dianggap tidak apa – apa.. tapi tetap saja berbahaya karena kemungkinan apapun bisa terjadi.. apalagi dispenser bbm rata – rata menyatu dengan bbm jenis bensin. Jadi masih bisa memicu kebakaran bila ada percikan api entah itu dari mesin,rokok, atau handphone saat mengisi bbm. Lebih baik mengantisipasi daripada begitu kejadian hal – hal yang tidak diinginkan baru menyesal.🙂

semoga bermanfaat🙂 (imt)

foto : google, bismania, youtube

Klik disini untuk bahasan menarik tentang bus

Komentar»

1. FЭЯY - 18 Januari 2016
Sing Indo - 19 Januari 2016
2. sebarkan.org - 18 Januari 2016
3. Alki Rahmatullah - 18 Januari 2016

Gak ada percikan apinya kn kalau mesin diesel? Pake kompresi bukan dia bakarnya?

http://indoride.com/2016/01/17/nih-dia-foto-lengkap-yamaha-aerox-125-racing-blue-sudah-dijual-umumharga-182-juta/

Suka

imotorium - 18 Januari 2016

memang ngga pakai busi, mengandalkan panas ruang bakar. tapi tetap kan intinya = pembakaran

Disukai oleh 1 orang

andhi_125 - 18 Januari 2016

ada busi pijar cmiiw

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 18 Januari 2016

oh iya buat memanaskan ruang bakarnya ya..

Suka

adrianyohanesp - 10 Agustus 2016

Tapi, mobil diesel seperti Isuzu Panther dan Grand Touring produksi tahun 2000 ke atas sama sekali tidak memiliki busi pijar dan tidak sulit untuk menyalakan mesin nya walaupun tidak dinyalakan sama sekali bahkan sampai lebih dari 4 hari 4 malam ditambah dengan suhu udara yang relatif dingin (sekitar 18 – 24 derajat Celcius) seperti di Kota Batu.

Disukai oleh 1 orang

4. ninja150ss - 18 Januari 2016

ceeesss….tolelot…gk minggir tempel 1/2 meter:mrgreen:

https://ninja150ss.wordpress.com/2016/01/18/kualitas-memang-tidak-bohong/

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 19 Januari 2016

awasss

Suka

5. khsblog - 18 Januari 2016
imotorium - 19 Januari 2016

joss

Suka

6. rian sadino - 18 Januari 2016

Makasih gan tips nya, jadi mengerti.🙂

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 19 Januari 2016

joss mas rian😀

Suka

7. rifz - 20 Januari 2016

bensin kan rantai C6-C7, kalau diesel C18-C22
dah kebayang bedanya, makin tinggi C makin susah terbakar

Disukai oleh 1 orang

8. Hermawan - MivecBlog.com - 20 Januari 2016

Ooo… I see…

Disukai oleh 1 orang

9. nbsusanto - 25 Januari 2016

kayake aku kalo naik bus belum pernah ngalami bus dimatiin mesinnya di spbu..:mrgreen:

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 2 Februari 2016

kalau naik yang non ac aku pernah ngalami.. mesinnya dimatiin

Suka

10. adrianyohanesp - 11 Juni 2016

Dari video di atas, berarti mesin diesel sedikit lebih toleran dengan bahan bakar yang tidak sesuai seperti bensin? Apa sekarang ini Bis masih menyalakan mesinnya waktu isi BBM Diesel? Soalnya sekarang mesin pompa BBM bensin dan diesel jadi satu. Para petugas SPBU tidak mau mengisikan BBM Diesel sampai mesin mobil saya sudah benar2 berhenti padahal saya harus membiarkan mesin menyala selama 1 menit dengan timer mesin untuk mendinginkan Turbocharger pada mesin diesel Toyota Kijang Innova 2,5 G AT.

Disukai oleh 1 orang

imotorium - 11 Juni 2016

Ya, Mesin diesel masih sanggup menenggak bensin walau pembakarannya jadi kacau balau, tentunya sangat tidak direkomendasikan walau kita dalam keadaan darurat butuh bahan bakar hanya sekedar untuk menggerakkan kendaraan.. sangat berbahaya sekali efeknya untuk mesin.

benar mas, untuk bis kebanyakan masih membiarkan mesinnya menyala mas, apalagi jika bus tersebut menggunakan AC. Jarang – Jarang ada yang mematikan mesin. Langkah yang dilakukan petugas SPBU tersebut lebih ke upaya antisipasi saja sebenarnya.. daripada terjadi apa – apa..🙂

Suka

adrianyohanesp - 11 Juni 2016

Memang lebih mudah untuk merawat kebanyakan mobil bermesin diesel, apalagi untuk mesin diesel produk Isuzu, karena konstruksinya yang lebih sederhana dari mobil mesin bensin cuma biaya suku cadang mesin diesel sedikit lebih mahal karena material mesin diesel lebih padat dan tebal, bukan karena kerumitan itu sendiri. Ditambah lagi dengan variasi dan pilihan BBM Diesel yang sedikit, baru sekarang saja ada DEXlite Setana 51. Jadi PT Pertamina menjual 3 jenis BBM Diesel. Saya kurang suka diribetkan dengan BBM Bensin dan Rasio Kompresi mobil bensin. Angka Oktan terlalu rendah ataupun yang lebih tinggi juga tidak bagus atau menguntungkan untuk sebagian mesin bensin. Jadi saya merasa serba salah kalau berurusan dengan mesin bensin. Masa saya harus menghapal kecocokan antara rasio kompresi dan BBM bensin dengan angka Oktan tertentu?…….Ribet!!

Suka


Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: