Seharusnya Bus Dengan Kaca Double Glass Itu Seperti Ini Agar Nyaman Bagi Penumpang

imotorium.com – Assalamualaikum, alhamdulillah pasca lebaran baru bisa publish artikel kembali. Karena kemarin setelah tiba dari Pekanbaru, penulis sempat merasakan juga perjalanan dengan bus untuk tiba sampai ke rumah di selatan Jawa Barat, menggunakan bus HDD yang kacanya split.. ternyata tidak nyaman.

Ya, tren double glass ini muncul ketika GIIAS 2015, kala itu Karoseri Adiputro launching armada Double Deck (SDD) dan Super High Deck (SHD) yang tampilan depannya dibuat serupa dengan kaca yang lebar.

Bila di bus double deck penulis nilai wajar saja memberikan sekat di antara kaca bawah dan atas, karena memang busnya tinggi dan kacanya juga akan besar sekali tentunya bila diaplikasikan single glass saja. Namun di bus SHD sepertinya masih bisa menggunakan single glass, namun demi mengejar tampilan bak bus tingkat yang mewah, maka diberikan sekat antara kaca depan.

Memang ada sisi positifnya sih, selain membuat dudukan kaca lebih kuat, sang sopir juga bisa terhindar dari silau matahari. Namun euforia berlebihan dari para pengguna bus yang kepengen naik SHD akhirnya membuat beberapa karoseri mengakali tampilan bak SHD dengan memasang sekat double glass di bus dengan tinggi yang standar (HD) tentu saja, bus HDD ini laris manis produksinya karena lebih murah biaya perakitannya daripada unit SHD, selain itu juga bisa dipasang di berbagai macam chassis bus.

Adiputro punya HDD, beberapa karoseri lain juga membuat hal serupa, dalam hal double glass ini sih penulis prefer bus double glass dengan sekat yang kecil seperti keluaran tentrem avante atau Laksana SR2 XHD. Karena kaca atasnya melengkung dan lebih terbuka pemandangannya ke arah langit.

Lantas idealnya bus double glass yang nyaman untuk pemandangan yang bagaimana?

Double glass juga alias kaca belah, tapi kanan kiri

Ya sebenarnya bila perusahaan bus atau karoseri ingin mengaplikasikan double glass, penulis lebih prefer aplikasi double glass ala bus Sugeng Rahayu grup atau beberapa bus Raya body lawas. Enaknya double glass model ini adalah penumpang nyaman untuk bisa melihat pemandangan ke depan, begitupun biaya maintenance, bila kaca terkena lemparan, bisa ganti sebelah saja, ngga harus satu set besar. Yaa walau memang tampilan konvensional dari luar

Pemandangan ke depan kalau kaca belahnya begini nyaman kan?

Bagaimana menurut masbro? Apakah tren kaca double glass dengan “topi” ini masih akan bertahan lama atau bakal segera hilang seiring sadarnya pengguna jasa bus bahwa naik bus dengan kaca single ternyata lebih nyaman?

Semoga bermanfaat. (imt)

Contact me :

Email : imotorium@gmail.com

Twitter : @imotorium

Instagram : @imotorium




2 Comments

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.