Pengalaman Beli Motor Bekas Honda Supra Fit, Banyak Untungnya


imotorium.com – Semenjak era millenial atau tepatnya tahun 2000-an kemari rasanya perkembangan desain dan teknologi berjalan begitu cepat. Seperti sepeda motor, cepat sekali berganti modelnya. Bila dahulu pabrikan berorientasi pada kualitas sepeda motor dan kenyamanan berkendara kini orientasinya bergeser, menjadi jual motor sebanyak mungkin, turuti kemauan pasar dan buat bengkel ramai pengunjung.

Penulis sendiri termasuk orang yang sebenarnya malas gonta – ganti motor, selama ini motor masih enak dan terawat ya pakai terus, ngga perduli mau dikata ketinggalan jaman atau apa.. lawong masih bisa gelinding ke tempat tujuan dan sampai dengan selamat itu sudah sangat menyenangkan.


Honda Supra Fit salah satunya, sebenarnya memilih motor tua ini bukan hanya karena harganya yang kini terjangkau, namun ada alasan lain yaitu mesinnya yang penulis percaya hingga jauh lebih baik kualitas materialnya dibanding motor keluaran sekarang

Motor ini sendiri ditebus untuk wara wiri adik penulis kerja. Tampilannya sederhana, untuk kelengkapan alhamdulillah dapat yang bodynya masih bawaan, striping dan warnanya pun masih cukup memanjakan mata. Hanya saja di beberapa bagian body memang sudah ada yang retak dan patah dan velgnya sudah diganti model cast wheel yang lumayan dongkrak penampilan.

Mesin C100 yang tak tergantikan

Mesinnya sendiri yang jadi poin plus, mesin Honda C100 ini jauh lebih enak dan halus dibanding mesin Honda NF110 yang tertanam di Honda Revo fit. Panasin mesin dipagi hari juga ngga pake ribet, sekali slah langsung jreng.. mesin langsam ngga pakai gejala knocking. Dari suara mesin, akselerasinya dan torsinya juga terasa lebih padat. Walau motor ini ngga bisa diajak lari kencang, paling mentok itu juga 100 kmh di speedo, entah aslinya dapat berapa kmh bila diukur pakai gps.

Motor ini juga jajannya terbilang jarang. Pertama beli memang namanya motor bekas sih yah, PR-nya itu ada.. mulai dari accu yang sudah tekor, busi yang minta ganti, ban depan belakang yang udah getas dan retak, dan yang pasti oli mesin. Setelah semuanya diganti dan servis motor sebagaimana biasanya, ini motor jadi enak dikendarai.

Baca juga :

Akhirnya Turun Mesin Juga, Honda Absolute Revo di Km 72.000 an..

Pernah bensinnya diukur pakai metode full to full, dapat angka konsumsi bbm sekitar 1 : 55 km. Irit dibanding Honda Revo fit yang mentok sekitar 1:45 an dengan style riding yang sama. Oli juga ngga minta spesifikasi yang haw-haw dengan teknologi ini itu, cukup sediakan budget 30.000 an rupiah untuk sebotol oli SAE 20W-40 atau 20W-50.. ini motor udah bisa gelinding lagi.. nikmat rasanya.

Pernah ditawar lebih mahal dari harga belinya

Asiknya motor ini karena kondisi bodynya yang lumayan utuh, ngga kena sentuh modifikasi alay seperti orang –  dengan motor tuanya.. suka ditawar dengan harga yang menurut penulis malah lebih mahal dibanding saat penulis angkut ini motor.. hehehe, main ke bengkel juga suka ditanya ini motor jarang jalan ya.. padahal ya dipake harian juga.. gantian dinasnya sama Honda Revo Fit. Yang jelas penulis juga ngga ada niat jual ini motor.. lah dibeli buat dipake kok, bukan dijual lagi. (imt)

One comment

Sharing Pengalaman Atau Komentar Masbro Disini Ya

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: