Efek “Flash Sale” Alias Maintenance Tiket KRL, Antrian Membludak Sampai Ada Calo Segala

imotorium.com – Pagi ini, medsos heboh dengan banyaknya berita seputar Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) yang kabarnya sedang mengalami maintenance 5 tahunan pada sistem ticketing sehingga mengharuskan para penumpang kembali ke “jaman purba” menggunakan tiket kertas lagi.

“Flash Sale” memang tepat rasanya disematkan untuk hari ini, yang mana harga tiket KRL dibanderol rata untuk semua stasiun tujuan yaitu 3000 rupiah. Bayangkan hari ini brosist bisa melakukan perjalanan dari Cikarang ke Rangkasbitung yang jaraknya 130 km lebih cukup dengan 3000 rupiah, nah penerapan kebijakan tarif flat ini sebagai kompensasi atas tidak bisa digunakannya sistem pembayaran menggunakan kartu tap – in KMT dan THB seperti biasanya.

Karena isu sudah berkembang dari kemarin, para kaum komuter ibu kota hari ini dilanda kecemasan akan susahnya mendapatkan tiket karena antrian, lantas saja sejak pagi ini terpantau mulai jam 3 pagi sudah ada yang rela berangkat ke Stasiun demi selembar tiket agar tidak telat berangkat ke tempat kerja nan jauh di Kota sana.

Tampilan fisik tiket kertasnya sendiri memang persis dengan tiket 5 tahun yang lalu, jadi berasa nostalgia dengan tiket ini. Namun ya semoga suasana keretanya juga ga kembali nostalgia dengan pedagang asongan, tukang ngemis sapu, pengamen dll.

Bahkan sampai ada praktik calo segala seperti berita yang dishare salah satu media

Bahkan karena enggan mengantri beli tiket, sebagian penumpang KRL jadi beralih menggunakan kendaraan pribadi dan memilih naik moda transportasi lainnya seperti bus yang jauh lebih nyaman walau waktu tempuhnya lebih lama.

Baca Juga : Sejarah Bus Kota Jakarta Jaman Dahulu

Yah, semoga saja maintenance sistem ticketingnya segera selesai yah, dan berjalan normal kembali seperti sedia kala.

Selamat berjuang wahai kaum komuter. (imt)

Contact me :

Email : imotorium@gmail.com

Twitter : @imotorium

Instagram : @imotorium

Subscribe Youtube Imotorium





3 Comments

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.