Enakan Jadi Blogger Atau Vlogger?

imotorium.com – Enakan jadi Blogger atau Vlogger? pertanyaan ini masuk ke story instagram saya sewaktu saya iseng membuat kolom pertanyaan kepada para teman – teman. Saya sengaja keep pertanyaan ini karena jawabannya cukup panjang, sakit mata bacanya nanti kalau saya jawabnya di story instagram hehehe.

Instagram saya memang ga begitu rame follower, jumlah follower berbanding lurus sama jumlah postingan, entah mengapa.. saya ga begitu paham sama algoritma instagram. Namun interaksi dari follower organik yang ada benar – benar hidup. Follower saya belakangan ini datang dari channel Youtube saya yang alhamdulillah lumayan bagus perkembangannya.

Rasanya Jadi Blogger Itu… 

Nah, menjawab pertanyaan antara blogger atau vlogger mana yang lebih enak, saya bisa jawab dua – duanya enak. Blogger bisa menuangkan segala sesuatunya dengan lebih detail melalui tulisan, apalagi bagi seseorang yang agak introvert seperti saya. Saya memang agak pendiam di real life, oleh karena itu untuk menuangkan segala macam isi di pikiran saya mengenai kecintaan saya di dunia otomotif, transportasi umum, dan jalan – jalan.. blog adalah media paling sempurna untuk saya.

Tapi, ada beberapa hal yang ngga bisa dibilang mudah menjadi seorang blogger. Pertama, harus paham dulu dengan platform yang digunakan. Jujur pertama saya menulis blog, itu blank total sama sekali.. apa yang harus saya lakukan? Kedua, bagaimana caranya agar tampilan blog saya bisa enak dilihat? Ketiga, bisa dibilang yang paling krusial, adalah bagaimana caranya supaya blog saya dikenal oleh search engine? 

Dan semuanya itu dipelajari secara otodidak, cuma berbekal rajin baca sana – sini, panduan set up dan menemukan platform yang tepat, akhirnya saya punya sebuah website kecil. Disini pilihan saya jatuh ke platform wordpress, karena paling enak secara user interface. Dan di masa awal – awal blogging, saya masih coba belajar bagaimana merangkai kata agar apa yang dipikirkan bisa tersampaikan dengan baik dan dicerna maksimal oleh pembaca.

Seiring berkembangnya blog saya, akhirnya mulai melepaskan diri dari shared hosting. Harus buat jadwal rutin agar tidak lupa perpanjang domain dan bayar sewa hosting agar blog ini tetap hidup, disisi lain.. namanya visibilitas blog ya itu tadi sangat bergantung dengan keberadaan search engine, yang kadangkala search engine itu mengalami perubahan algoritma. Inilah yang menjadikan seorang blogger itu lebih tough dan lebih paham memaksimalkan konten.

Kalau Jadi Vlogger?

Lebih mudah!! itu obrolan di sela – sela sarapan pagi saat di Semarang kemarin bersama Mas Iwanbanaran dan Wak Haji TMCBlog. Kami bertiga sepakat kalau jadi vlogger itu bisa dibilang lebih mudah dibandingkan jadi seorang blogger, cukup butuh niat dan berani berbicara menatap kamera maka sudah bisa dikatakan menjadi seorang vlogger.

Ada beberapa tanggapan “ah jadi vlogger butuh kamera mahal, butuh skill editing, post processing yang aduhai, sinematik blablabla” itu buat saya pribadi ngga begitu ngaruh. Yang penting cukup niat, paham konten apa yang mau dibuat dan yang terpenting itu adalah UPLOAD video yang udah dibuat, modal smartphone aja udah cukup kok. Jangan disimpan lama – lama sampai kontennya basi apalagi sampai kelupaan.

Platform video di internet sebenarnya banyak, ada Youtube, Vimeo, Dailymotion dll dan semuanya itu bisa menghasilkan. Namun tetap sekarang yang paling berkembang dan jumlah visitornya terbesar adalah Youtube. Bahkan bisa dibilang Youtube itu adalah Search Engine paling efektif selain Google sebagai induknya.

Jadi disini vlogger itu jelas lebih enak dibanding blogger, vlogger ga butuh bayar sewa hosting, ga butuh ngetik sampai jari keriting, ga butuh menguasai ilmu SEO lebih mendalam, cukup buat konten yang “niat” maka akan mudah naik, dan jangan lupa kuota untuk upload video. Sisanya cukup serahkan pada Tuhan dan banyak – banyak berdoa.

Last, sebagai blogger merangkap vlogger, adalah sebuah keuntungan sendiri bagi saya karena ada ilmu dari dunia blogging yang bisa diterapkan ke dunia vlogging. Itu cukup berdampak positif bagi kemajuan channel saya, dan pastinya punya efek positif ke blog saya seperti saat ini, saling melengkapi. Dan saya masih akan terus belajar dan belajar untuk makin menyempurnakan kualitas konten yang saya hadirkan.

Semoga bermanfaat. (imt)

imotorium

Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

28 thoughts on “Enakan Jadi Blogger Atau Vlogger?

  • August 27, 2019 at 10:04 am
    Permalink

    Enakan jadi komentator, tinggal bilang jasjesos, tinggal kritik sama maki-maki blogger atau blogger ya 😂

    Reply
  • August 27, 2019 at 11:48 am
    Permalink

    Ini bahas secara teknisnya mang, bukan dari sisi incomenya😂

    Reply
  • January 10, 2020 at 10:22 pm
    Permalink

    Belum pernah nyoba jadi vlogger.. pernah nyoba bikin tp rasanya ancurr hd ngga PD buat upload wkwk..

    Reply
  • January 10, 2020 at 10:45 pm
    Permalink

    Lebih enak jadi Vlogger, view 18 per video aja bisa diundang pabrikan 🤣 gak lihat subscriber apalagi alexa 🤭

    Reply
  • January 11, 2020 at 9:19 am
    Permalink

    bener, jadi blogger itu butuh perjuangan dan proses yang panjang. Kalau vlogger mah instant juga bisa, buat konten yang menarik dan viral bisa terkenal.

    lebih enak jadi tukang maido, nggak ngejalanin tapi bisa sesuka hati berkomentar 😀

    Reply
  • January 11, 2020 at 11:08 am
    Permalink

    Sawang sinawang

    Kata Blogger : ” Vlogger mah enak tuh tinggal ngoceh dapat duit”
    Kata Vlogger : ”Enakan jadi Blogger, cuma ngetik doang”‘

    Reply
  • January 11, 2020 at 12:34 pm
    Permalink

    enakan nernak blogger dan juga vlogger
    gampang disuruh ini itu, dilarang ini itu
    asalkan amplopan lancar, tranferan lancar, pasti urusan publish produk juga lancar

    wkwkwkwkwk becanda dit

    Reply
  • January 11, 2020 at 4:39 pm
    Permalink

    Ditunggu past 2 nya, blogger vs vlogger dilihat dari sisi income
    he he

    Reply
    • January 13, 2020 at 2:51 pm
      Permalink

      Coba dong bikin goozir channel, nanti saya tonton

      Reply
  • January 12, 2020 at 4:49 pm
    Permalink

    Yup dari dulunya fokus di blog, kini seiring perkembangan ikut menyelami dunia vlogging di Youtube, keduanya saling melengkapi dan makin memperkaya konten yang dibikin

    Reply
  • January 13, 2020 at 11:20 am
    Permalink

    Saya coba combine keduanya,. vlog untuk melengkapi tulisan blog, begitupun sebaliknya,. tapi belakangan ini lebih fokus ke blog,. kalau bvlog masih angin-anginan,.

    Reply
    • January 13, 2020 at 2:50 pm
      Permalink

      Nah bagus itu, soalnya perkembangan kesini orang lebih senang menonton daripada membaca

      Reply
  • January 13, 2020 at 5:57 pm
    Permalink

    enakan dua duanya om… sayangnya vlog saya masih konsen sebagai pelengkap blog dan terkesan angin anginan…. kadang males ngeditnya juga… wkwkwk

    Reply

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: