Pertama Kali Perjalanan Dengan Kereta Api Serayu Pagi

imotorium.com – Assalamualaikum, ini sedikit berbagi pengalaman saja, ya.. sebenarnya bukan pertama kalinya naik KA Serayu dari Kota Banjar menuju Jakarta. Namun jumat lalu (12/10) saat keesokan paginya harus mengejar flight pagi ke Balikpapan, penulis memutuskan ambil trip KA Serayu Pagi yang nantinya setiba di Pasar Senen langsung lanjut ke Bandara Soekarno Hatta.

Jarak sekitar 400 km sebenarnya bisa ditempuh dalam waktu 8 jam normalnya bila menggunakan bus malam. Namun pertimbangan penulis saat itu adalah kondisi jalan raya yang saat ini sulit ditebak. Ya, banyaknya pengerjaan jalan terutama proyek Tol Layang Cikampek bikin perjalanan darat menggunakan bus bisa melar dari normalnya 8 jam menjadi 10-12 jam.

Tentu saja beresiko sekali dengan jadwal flight pagi. Belum lagi kena traffic jam orang berangkat kerja, maka dari itu Kereta Api dirasa jadi pilihan paling pas. Dan menginap di Bandara juga pilihan yang paling aman.

Kereta Api Serayu sendiri yang relasi utamanya dari Purwokerto menuju Pasar Senen melewati rute selatan jawa barat. Kota Banjar sendiri menjadi salah satu stasiun yang dilayani oleh KA Serayu. Berangkat sekitar Jam 9 pagi rasanya akan sangat menyenangkan karena pelayanan kereta Serayu saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 5 tahun silam waktu masih full Ekonomi Non AC.

Sesuai kontur pegunungan yang dilalui, KA Serayu ini sering mendapat lokomotif istimewa. Sering kali ditarik oleh CC203 yang dahulu jadi lokomotif andalan kereta Argo sebelum masuknya seri CC206. Namun ada yang berbeda kali ini.. Karena ternyata yang menarik rangkaian Serayu Pagi adalah CC204 03 02 yang merupakan Lokomotif langka.. hanya ada 7 unit di Indonesia.

CC204 03 02 ini sendiri merupakan Lokomotif hasil modifikasi dari seri CC201 generasi awal buatan tahun 1978. Berbeda dengan CC204 kebanyakan yang memiliki short hood aerodinamis, CC204 seri C18MMi ini masih mempertahankan tampilan asli CC201 dengan cirikhas hidung kotak. Modifikasi ini sendiri dilakukan karena saat itu PT. KAI ingin meremajakan armada lokomotifnya yang sudah tua dengan mengaplikasikan komponen komputer terbaru Brightstar Sirius dan merubah sistem trasmisi elektrikal lokomotif menjadi AC-DC

Penulis sendiri selalu memesan posisi seat di Kereta paling belakang. KA Serayu ini membawa 6 kereta penumpang, 1 kereta makan pembangkit dan 1 kereta barang / parcel. Sekedar informasi saja, untuk mendapatkan posisi duduk searah perjalanan, bila melakukan perjalanan dari arah timur ambil seat di nomor genap, dan bila dari barat ambil seat nomor ganjil.

Berangkat 09:10 tepat, Suasana KA Serayu Pagi ini ternyata lebih sepi dibanding KA Serayu Malam yang sering jadi pilihan penulis. KA ini sendiri kondisinya nyaman walau kelas ekonomi. Interiornya bersih, AC-nya dingin dan jendelanya pun jelas. Enaknya lagi karena dilapis film, cahaya matahari yang masuk tidak terasa panas menyengat. Suprisingly, rangkaian yang kali ini penulis tumpangi aslinya pinjam dari rangkaian Logawa.

Perjalanan Banjar – Tasikmalaya kereta bisa full throttle mendekati taspat 100 km/h. Baru setelah melewati Tasikmalaya menuju Bandung rutenya mulai didominasi tanjakan curam dan tikungan yang berliku mengitari kontur pegunungan priangan selatan.

Sesuai kastanya di kelas Ekonomi PSO, kereta ini juga beberapa kali mengalah silang dengan kereta jarak jauh lainnya semacam lodaya dll. Pada perjalanan siang hari ini ternyata waktu tempuh dari Banjar menuju Bandung jauh lebih cepat karena tidak terlalu banyak silang.

Sampai cicalengka, mulai kereta digeber full throttle lagi mendekati taspat melewati cekungan Bandung hingga stasiun Kiaracondong. Dan disini berhenti lumayan lama. Dan ternyata tanpa penulis sadari ada pergantian lokomotif.

Ya, tidak terlalu berefek banyak sih, sebab trek dari Bandung menuju Jakarta akan didominasi turunan, CC204 C18MMi yang punya torsi lebih akhirnya berpisah disini diganti seri CC201. Penumpang juga banyak yang turun di stasiun ini dan tentu saja, suasana Kereta semakin menyenangkan karena kosong.

Suasana saat melewati terowongan sasaksaat

Perjalanan Bandung Jakarta hanya berhenti di Purwakarta saja, di stasiun Bekasi kereta tetap berjalan tidak berhenti seperti KA Serayu Malam karena entah mungkin akan mengganggu perjalanan KRL atau memang sengaja dibuat turun di Jatinegara agar penumpang arah bekasi menggunakan KRL lagi (biasalah, namanya cari uang).

Sampai juga stasiun Senen jam 17:30, agak ketahan lama oleh sinyal masuk Stasiun Pasar Senen. Oke, masih bisa magriban dan masih ada spare time 2 jam untuk nyambung Damri Bandara dari Pool Kemayoran.

Alhamdulillah tiba juga sebelum maghrib di Pasar Senen, Jakarta

Kesimpulan dari perjalanan Pagi dengan KA Serayu, sangat rekomen!! Suasananya jauh lebih sepi, keretanya bagus kondisinya, pemandangannya juara banget, dan yang pasti lumayan tepat waktu.. Daripada menghabiskan waktu di Tol Cikampek yang ngga pernah ada sepinya.

Nonton versi video tripnya dibawah ya brosist, sekalian subscribe sama like juga hehehe

Semoga bermanfaat. (imt)

About Aditya 723 Articles
Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Punya channel Youtube imotorium VLOG dan kadang - kadang host di KarsTV Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

8 Comments

  1. Sekedar informasi saja, untuk mendapatkan posisi duduk searah perjalanan, bila melakukan perjalanan dari arah timur ambil seat di nomor genap, dan bila dari barat ambil seat nomor ganjil.

    ini nggak bisa jadi patokan sih dit.. kadang aja dalam 1 rangkaian, nomor kecil di depan, sementara kereta di belakangnya nomor gedhe yang di depan.. bejo bejoan.. :mrgreen:

  2. iya sih, tergantung kondisi rollingstocknya gimana. cuma kalau serayu nomor genap dari timur pasti searah kereta seringnya, itu juga cuma di beberapa kereta. kadang kereta yang dekat lokomotif malah kebalikannya wkwkwk

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.