Mengenal Split Engine, Mesin Unik 2 Piston Dengan 1 Silinder

imotorium.com – Mengenal Split Engine, yang merupakan teknologi unik yang pernah ada dan hanya diaplikasi di beberapa mesin 2 stroke alias 2 tak saja. Nah sekarang mari kita bahas lebih detailnya sebenarnya mesin apa sih ini?

Puch 250 SGS

Dari luar, tampilan split engine atau bisa disebut twingle (Twin-Single) ini sama saja seperti motor satu silinder pada umumnya, dengan 1 karburator dan 1 output knalpot. Namun siapa sangka jika didalamnya mesin ini memiliki 2 piston? ya.. Split Engine ini adalah teknologi lawas, yang ditemukan pada tahun 1918 dan digunakan hingga tahun 1950-an. Mesin ini memiliki keunikan karena merupakan mesin 2 silinder yang menggunakan 1 combustion chamber alias ruang pembakaran tunggal.

Cara kerja split engine

Split Engine ini bekerja dengan fase seperti berikut:

Kedua piston bergerak ke atas, mengompresi campuran udara-bahan bakar di kedua silinder. Disini sebuah busi memicu terjadinya pembakaran dengan menyalakan campuran bbm dan udara yang masuk melalui intake (di silinder sisi kanan dalam animasi) ketika piston berada di dekat bagian atas silinder.

Tekanan dari campuran udara-bahan bakar yang dinyalakan mendorong kedua piston ke bawah. Dan di saat bersamaan port pembuangan di sisi silinder lainnya menjadi terbuka (pada silinder sisi kiri dalam animasi). menyebabkan gas buang keluar dari kedua silinder. Pada saat yang sama, port intake terbuka pada silinder lain, menyebabkan campuran udara-bahan bakar segar masuk terhisap kedalam untuk digunakan pada siklus berikutnya.

Baca Juga : Hal Unik Yang Ada Pada Motor Yamaha F1ZR

Keuntungan dari split engine 2 stroke ini dibandingkan dengan 2 stroke konvensional adalah bahwa split engine dapat memberikan performa yang lebih baik dengan meminimalisir hilangnya bahan bakar / udara segar yang tidak terbakar kemudian terbuang melalui knalpot. Mesin ini juga dapat bekerja lebih optimal pada bukaan gas kecil. Agak mirip karakternya dengan mesin diesel karena idlenya stabil dan torsinya muncul di putaran bawah.

Mekanisme kerja split engine

Namun seperti yang dijelaskan di awal artikel, mesin ini tidak berusia panjang, hanya bertahan hingga tahun 1950-an saja. Dikarenakan mahalnya biaya untuk membuat sebuah mesin. Cost untuk membuat sebuah split engine ini sama saja dengan membuat mesin 2 silinder pada umumnya. Mesin ini juga terbilang berat bobotnya dan karena desainnya tersebut mesin ini sulit mencapai putaran rpm tinggi, demikian pula vibrasinya juga begitu terasa karena desain piston + conrod yang panjang.

Iso isetta split engine

Dan mesin ini juga kurang populer seiring kemajuan teknologi pada mesin kendaraan, hadirnya mesin 4 stroke dengan efisiensi yang baik dan lebih minim polusi. Tercatat beberapa motor yang menggunakan mesin ini diantaranya Puch 250 SGS, Triumph TWN BD250, TWN Cornet, DKW SS250 dan mobil kecil unik BMW Iso Isetta.

Nah segini dulu artikel singkat mengenal split engine, semoga bermanfaat.(imt)

About imotorium 841 Articles
Pekerja kreatif, senang berkendara, fotografi, jalan - jalan dan penyayang. Thanks sudah sudi meluangkan waktu membaca disini, tinggalkan komentar supaya berkesan ya brosist, Semoga bermanfaat

23 Comments

  1. serius baru liat ane mbah, 2 piston dalam 1 silinder, kek anak kembar lomba lari wkwkwkw….itu pistonya kecil bener ya, kek batu batree 😀

  2. Haha seriuss baru tahu saya ternyata ada mesin dua piston dalam 1 silinder.. ide kreatif yang gugur karena seleksi alam.!

Posting Komentarmu Disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.