About these ads
jump to navigation

Menuai Keluhan, Formasi Seat Rangkaian Baru KA Ekonomi Komersial Dinilai Tidak Manusiawi October 8, 2016

Posted by imotorium in : Bus, News , trackback

kereta-ekonomi-komersial-menyiksa-1

imotorium.com – Baru berusia seminggu lebih sejak dihapusnya kelas Bisnis dalam layanan Kereta Api yang kini digantikan keberadaannya dengan “Ekonomi Komersial”, PT. KAI dinilai sebagian besar penggunanya sudah keterlaluan dalam mencari keuntungan, karena menghapus kelas bisnis yang sebenarnya menjadi favorit karena kenyamanannya dan harganya tidak seperti kelas Eksekutif yang malah lebih sering lebih mahal tarifnya dibanding pesawat.

kereta-ekonomi-komersial-menyiksa-3

Dalam headline beberapa berita akhir – akhir ini memang, KAI seolah memberikan surprise dengan hadirnya “Ekonomi Komersial” ini.. namun disisi lain sebagian penumpang setia KAI yang tadinya memang terbiasa dengan kelas Bisnis yang lumayan selisih harganya dengan Eksekutif merasa sangat tidak nyaman untuk saat ini menggunakan jasa transportasi KAI.

last-trip-kelas-bisnis-senja-utama-yogyakarta-pasar-senen-tugu-32

walaupun kelas bisnis memang bisa dibilang “sudah usang” dan “ala – kadarnya” .. kebanyakan user kereta kelas ini adalah mereka yang mencari kenyamanan dan ketepatan waktu. kenyamanan disini dapat dilihat dari leganya seat pitch yang tersedia, sehingga kaki leluasa bergerak dan bisa menaruh barang dengan posisi yang lumayan nyaman. (pic dolanotomotif)

Selain munculnya trit keluhan tentang kondisi KA Ekonomi Komersial sekarang di Kaskus, saat ini pun sudah ada petisi yang isinya agar KAI mau membenahi kelas yang katanya Ekonomi rasa Eksekutif ini. Keluhan terbesar datang karena selain jarak antar seat yang sempit, seat tersebut juga tidak bisa disetel sudut kemiringannya alias paten alias tanpa reclining.. dan seperti beberapa foto terlampir baik dibawah maupun pada awal artikel ini terlihat bahwa seat yang digunakan tidak sepenuhnya menopang paha, jadi masih menggantung sedikit.. wajar saja banyak keluhan pegal dengan seat baru ini karena idealnya untuk perjalanan kereta api antar kota yang rata – rata menempuh waktu 6 – 13 jam.

komentar-pengguna-kai-yang-berpindah-ke-bus-malam

Komentar kaskuser yang tidak nyaman dengan kondisi kereta api saat ini

Malah dari komentar – komentar netizen yang mengeluhkan kondisi kereta api sekarang.. selain harganya semakin mahal, dihapusnya PSO, susahnya mendapat tiket, makanan kereta yang harganya mahal dengan rasa yang alakadarnya, ditambah lagi dengan hilangnya kelas bisnis bukan ngga mungkin KAI perlahan tapi pasti bakal ditinggal oleh pengguna setianya..

Penulis pribadi pun sudah tidak menggunakan jasa KAI lagi sejak sulitnya mendapatkan tiket untuk pulkam dan dihapusnya tarif PSO.. naik kereta kelas jelata alias ekonomi dengan ongkos yang sama mahalnya dengan bus eksekutif yang sudah pasti nyaman.. tentu saja membuat penulis dengan mantap say goodbye untuk KAI.. Kereta Eksekutif untuk rute antar kota pulau Jawa?? tarifnya ga masuk akal.. lebih sering ketemu lebih mahal dibanding pesawat LCC, dan naik kereta itu susah untuk tidur walaupun perjalanan malam hari karena silaunya lampu kabin.. 🙁

kereta-ekonomi-komersial-menyiksa-2

gambar atas : seat pitch Kereta Ekonomi Komersial saat ini, terlihat dengkulpun mentok,  gambar bawah : seat pitch Kereta Bisnis yang sudah ditiadakan oleh KAI

Overall saat ini transportasi darat ada di Bus Malam.. suka atau tidak.. Bus Malam dengan harga tiket yang sama dengan kereta bisnis atau “Ekonomi Komersial” sekarang (misal dari Jakarta ke Jogja.. harga tiket Rp.200.ooo an).. kita sudah dapat bus kelas Eksekutif yang seatnya empuk, lega, nyaman.. belum lagi ditambah servis makan gratis di RM.. Naik kereta kelaperan? beli nasi goreng dingin aja dihargai 30.000 rupiah.. tobaaattt 🙁 , ayolah koreksi diri segera KAI.. apa memang sudah waktunya pihak swasta ikut andil dalam transportasi darat khususnya kereta? Agar penumpang dapat sesuai dengan yang mereka bayar. (imt)

foto : kaskus, dolanotomotif

About these ads

Comments»

1. nbsusanto - October 8, 2016

menurutku nggak reclining nggak masalah.. kayak bisnis lawas.. cuma yg sering dikeluhkan adalah ruang kaki.. akhir taun nanti baru mau naik fajar utama.. nanti deh impresi insya Allah ku tulis..

ya kalo dibandingin harga dan kenyamanan, kereta kalah dari bis.. kalo cuma utk jarak jkt-jawa barat naik bis masih enak.. cuma kalo sampe jawa tengah dan model pulang jumat kembali ahad, kereta adalah pilihan paling realistis dit.. waktu tempuh hahaha..
satu hal memang, harga tiket terlampau mahal.. tapi gimana lagi pt kai tok sik memonopoli..

2. ccccccccccc - October 8, 2016

Damn apalagi gue yg tingginya 180 cm. Mending lesehan…



error: Content is protected !!
%d bloggers like this: