About these ads
jump to navigation

Skenario Kecelakaan Saat Berkendara Dengan Sepeda Motor (Part 3) March 4, 2016

Posted by imotorium in : Motor, Tips Berkendara, Wawasan , trackback

skenario kecelakaan - trafic 2

Readers, menurut majalah superbike, kecelakaan akibat menyalib pada suatu kontur jalan menikung merupakan tipe kecelakaan sepeda motor ketiga paling sering terjadi. Kerena saat berada di suatu tikungan blind spot dari jalur lawan sangat besar. Walaupun motor merupakan kendaraan yang nyaman buat selap-selip, akan tetapi salah perhitungan, bisa – bisa celaka.

Masih melanjutkan kembali artikel yang penulis re-blog dan ada sedikit penambahan, dari artikel wak haji taufik yang berfokus di safety riding sebelumnya, yang penulis rasa sangat bermanfaat sekali bagi kita semua khususnya pengendara roda dua, kini membahas bagaimana dan seharusnya yang kita sikapi kala berkendara dan ingin meng-overtake kendaraan di depan kita.

skenario kecelakaan 5

  1. Rider datang dengan kecepatan yang cukup tinggi dan langsung membuntuti mobil merah dengan jarak yang cukup dekat bahkan mepet, sehingga area pandang rider menjadi terbatas karena terhalang mobil merah.
  2. Rider merasa terhalangi lalu memutuskan dengan terburu-buru untuk menyalip mobil merah dengan manuver cepat ke kanan jalan
  3. Rider yang sebelumnya tidak memperhitungkan adanya mobil kuning, akhirnya memutuskan untuk juga menyalip mobil kuning, sehingga konsentrasinya terhadap datangnya mobil biru dari arah lawan menjadi terpecah
  4. kerena kesalahan manuver ditambah kondisi blind spot karena kontur jalan menikung, sang Rider terlambat mengantisipasi dan menghindari mobil biru, sehingga kecelakaan pun tidak dapat dihindari.

Baca Juga :

Skenario Kecelakaan Saat Berkendara Dengan Sepeda Motor (Part 1)

Skenario Kecelakaan Saat Berkendara Dengan Sepeda Motor (Part 2)

Bagaimana Seharusnya?

skenario kecelakaan 6

  1. Kunci dari penyalipan adalah perencanaan yang baik. Jangan grasak – grusuk, tidak sabaran dan terlalu agresif. Posisikan diri sendiri dan motor pada jarak yang cukup dari mobil di depan sehingga area pandang tetap leluasa, sehingga kurva tikungan dapat selalu dikontrol keadaan lalinnya. Gunakan tingkatan transmisi yang pas yang sesuai untuk melakukan penyalipan
  2. Selalu konsentrasi dan selalu memperhatikan apa yang akan dilalui kita di depan saat menyalip, bila kita merasa tidak memungkinkan untuk menyalip, mundur untuk memberi jarak dan tunda sejenak niat untuk menyalip, pasti kesempatan menyalip dengan aman akan datang kembali.
  3. Pantau spion, spion blind spot, dan nyalakan lampu sign saat menyalip, jika perlu nyalakan klakson sebelum menyalip untuk memberitahukan kebdaraan didepan bahwa kita akan menyalipnya. Lakukan overtaking dengan cepat dan mulus. Lakukan overtaking satu-persatu saat berada dibelokan. Setelah menyalip, posisikan diri kita dengan jarak yang relatif aman dengan kendaraan disekitar.

Selalu menjaga emosi selama di jalan adalah kunci no.1 bagi keselamatan berkendara. kenali dengan baik seberapa besar kemampuan diri sendiri dalam berkendara, jangan pernah sekali – kali memaksakan diri berkendara diluar batas kemampuan dan selalu cek kendaraan kita secara rutin insyaallah akan meminimalisir resiko kala melakukan perjalanan. Bismillah..

Semoga berguna. (imt)

source : tmcblog

About these ads

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: