About these ads
jump to navigation

Tidak Setuju Dengan Pelarangan Ojek Online, Presiden Jokowi Panggil Menhub Jonan !! December 18, 2015

Posted by imotorium in : News, Trip , trackback

IMG-20151218-WA0001

Jakarta – Polemik yang mencuat kemarin 17/12/2015 ini cukup menggemparkan semua kalangan, termasuk banyak netizen yang menyatakan tidak setuju dan merasa tidak masuk akal akan keputusan yang diambil oleh Kemenhub. Akhirnya pagi tadi Pak Presiden melalui akun resmi Twitternya menyatakan akan memanggil Jonan selaku Menteri Perhubungan untuk membahas masalah ini

IMG-20151218-WA0003

Jelas saja Presiden tidak setuju karena saat ini masih belum ada solusi yang jelas akan moda transportasi yang aman, nyaman, dan murah.. Menhub seperti seolah dipengaruhi oleh orang – orang di lingkungan Dishub yang merasa tidak senang akibat kalah saing dengan layanan perusahaan – perusaahaan startup yang terus berinovasi memberikan kemudahan.

Baca Juga : Moda Transportasi Berbasis Aplikasi Online Resmi Dilarang Kemenhub, Gojek, Grabbike, Uber Kena!

IMG_20150825_063157_HDR

Dan satu hal lagi, jelas apabila larangan tersebut tetap terus berjalan… maka bagaimana nasib – nasib mereka para driver ojek / mobil sewaan online yang kini menggantungkan nasibnya dari aplikasi – aplikasi online tersebut. Dan bagaimana nasib para customer yang kini sudah tidak lagi percaya akan keamanan dan kenyamanan moda transportasi darat seperti misal bus kota dan angkot yang masih harus banyak dibenahi..

Terimakasih Pak Presiden. (imt)

About these ads

Comments»

1. Sing Indo - December 18, 2015
imotorium - December 18, 2015

sudah seharusnya kang

2. ardiantoyugo - December 18, 2015

Siap siap potong gajii…

imotorium - December 18, 2015

ga dapat thr natalan XD

3. Mase - December 18, 2015
4. icaqnpritha - December 18, 2015

bisa ya….kementerian keluarkan kebijakan tanpa ada koordinasi dgn yg di atasnya. mlaku dewek-dewek….omg, kabinet apa ini???

imotorium - December 18, 2015

kabinet suka suka… sepertinya menhub lupa siapa yang ngangkat dia dulu jadi menteri



error: Content is protected !!
%d bloggers like this: