About these ads
jump to navigation

Pertamax Kembali Turun Harga, Pertalite Semakin Tidak Ekonomis December 17, 2015

Posted by imotorium in : Mobil, Motor, News , trackback

pertalite-6-singindo

Jakarta – Tepat seminggu yang lalu, 10 desember 2015 kemarin tepatnya Pertamax kembali mengalami penurunan harga, dikarenakan harga minyak dunia kembali jatuh  hingga mencapai titik terendahnya pada bulan november-desember ini, tentu saja hal ini mau tidak mau membuat Pertamina harus mengubah banderol pada produk yang seharusnya digadang – gadang sebagai pengganti premium.

minyak-mentah

Iya, Dikarenakan kini, harga Pertalite dengan oktan 90 turun sebesar Rp 50; menjadi Rp 8250; per-liternya, tentu saja ini masih menjadi gap yang sangat jauh dengan premium yang masih bertahan di Rp 7400; per-liternya. Tentu Pertalite yang mendapat gelar “bensin tanggung” semakin tidak akan dilirik karena perbedaan harganya dengan Pertamax hanya Rp 400; saja.

Banyak yang lebih memilih isi Pertamax sekalian toh cuma selisih sedikit. Atau tetap setia dengan Premium karena toh sudah terbiasa dengan Premium, apalagi bagi pengguna kendaraan dengan kompresi mesin yang normal dibawah 9.2 : 1 rasanya ya mubazir saja mengisi pertalite, toh pertamax lebih dapat iritnya, dan pakai premium pun ngga ngelitik mesinnya.

antre-bbm-nunukan

Pertamina seharusnya kembali merapatkan gap harga yang lumayan jauh dengan premium supaya pertalite bisa kembali “diserap” oleh sebagian besar pengendara. Dan lakukanlah penetrasi tersebut di daerah – daerah. Masih banyak daerah diluar Jawa dan Sumatera yang belum mendapatkan bensin dengan kadar oktan yang lebih baik, sebagai contoh hingga saat ini di Balikpapan – Samarinda, Masyarakat masih rutin mengantri panjang hingga berkilo-kilometer hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan dahulu ketika Penulis masih ditempatkan di Kutai Barat, beli bensin premium dengan harga yang “tidak wajar” itu sudah menjadi kebiasaan, dan selalu dapat di warung – warung pengecer karena SPBU hanya buka beberapa hari sekali, Miris bukan? dan sepertinya jika Pertalite dilempar kesanapun masih akan laris manis berhubung “harga mahal” itu sudah biasa-biasa saja..

(imt)

pic : singindo, google

Baca juga artikel menarik paling update :

About these ads

Comments»

1. Alki Rahmatullah - December 17, 2015
imotorium - December 17, 2015

au nih, pertalite itu sebenarnya serius ga sih?

2. Sing Indo - December 17, 2015

Sayang pertamax dan pertalite gak masuk batam…. adanya premium dan pertamax plus

http://singindo.com/2015/12/17/dan-jokowi-pun-terbahak-bahak/

imotorium - December 17, 2015

wew, langsung nozzle merah ya

3. nbsusanto - December 17, 2015

nggak juga sih dit, buat motorku yg rasio kompresinya 9,3:1 tetep paling ideal pertalite.. pake pertamax emang enak tenaganya, tapi nggak tau kenapa rasanya alus pake pertalite.. mungkin kalo isi pertamax bawaannya ngebut kali ya? hahaha..
kalo di cs1 adekku emang kerasa banget pertamax lebih enak dibanding pertalite..

imotorium - December 17, 2015

motorku kok rasa pertalite sama premium sama aja.. kecuali pertamax XD

4. gaplek mania - December 19, 2015

entah saya yg kurang gaul atau gimana
. tak inget2 dulu subsidi premium kan udah dihapus.. lah itu pertamax turun bolak balik ..premium anteng

imotorium - December 19, 2015

Memang dihapus, dan anehnya premium disebut2 masih membuat pertamina rugi 300 perliter. Maksudnya apa hayoo ? XD



error: Content is protected !!
%d bloggers like this: