Ramainya Stiker – Stiker di Bus Yang Ada Di Indonesia


Jakarta – Hoo, bukan sekedar stiker trayek saja yang menempel.. tapi stiker yang seolah menunjukkan “ini gue lho” juga menempel di bus – bus, entah apa maksudnya.. Dilihat dari sisi apapun, Justru malah lucu, bukannya keren. Lebih sering menempel di bus – bus panturaan. Dan daerah – daerah luar pulau jawa.. Kenapa ya?


Setelah diperhatikan, ya wajar saja mereka memberi stiker – stiker berbagai tulisan itu sebagai “ciri khas” dan penanda. Di kalangan penglaju harian atau mingguan atau bulanan yang pulang dari ibu kota akan memilih sendiri salah satu armada favoritnya karena stiker – stiker tersebut seolah membawa efek “naik mobil artis” padahal sama sajaa…

bus di kota palembang

apa ya maksudnya, sampai di pic terakhir diatas menutup pandangan supir pastinya XD

dan..

Baca Juga : Cara Mengidentifikasi Tipe, Merk, Dan Mesin Bus Yang Kita Naiki

yang dibawah ini masih bisa dibilang simple, namun..

Ada satu hal,  ini yang unik :

apa artinya ? 🙄

Euro, dimana adalah sebuah standar emisi kendaraan bermotor, hanya disini uniknya.. ada euro-ng dan euro-nx sekarang sih rata – rata jadi nx. entah apa artinya, bahkan di web mercedes pun tidak mencantumkan -ng -nx. Terkecuali dahulu menggunakan siker euro 2 pada unit bus 1525 dan memang seperti itulah spesifikasinya..

Berikut adalah penjelasan dari standar Euro, penulis ambil kutipan ttg Euro – 3

Euro 3 kependekan dari Standar Emisi Euro-3 (European Emission Standard 3).  Euro 3 merupakan salah satu standar emisi hidrokarbon dan karbon monoksida bagi kendaraan baru yang dapat diterima di negara-negara Uni Eropa. Selama ini di Indonesia masih memakai Euro-2 dan mulai Agustus tahun 2013 ini menuju Euro-3 berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup 23/2012 tentang perubahan atas peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup 10/2012 tentang baku emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori L3.

Menurut standar Euro-3, kendaraan roda dua dengan kapasitas silinder kurang dari 150 sentimeter kubik hanya boleh menghasilkan 0.8 gram/kilometer Hidrokarbon (HC); 0,15 gram/kilometer Nitrogen Oksida (NOx); dan dua gram/kilometer Karbonmonoksida (CO).  Sementara kendaraan roda dua dengan kapasitas silinder lebih dari 150 sentimeter kubik hanya boleh menghasilkan 0,3 gram/kilometer HC; 0,15 gram/kilometer NOx, dan dua gram/kilometerCO.

Jelasnya disini, Lengkap dengan Tabel Perbandingan Euro 1, 2 dan 3

Hahaha XD , Mau keren malah jadi aneh. apa yang pemirsa pikirkan.. apakah perlu dijaga tradisi stiker – stikeran mengganggu pandangan dari dalam yang juga sama sekali tidak menambah performa mesin atau kemampuan supir bus ini XD ? Mau kelas tertinggi sekalipun tiap ada calon penumpang nyetop dijalan ya tetep diangkut XD ..

mana yang lebih enak dipandang? dengan stiker bejibun dengan bermacam – macam arti atau kelihatan simple, maksimal ya hanya menjelaskan tipe chassis dan mesin seperti ini? silahkan corat-coret dibawah sini ya 😀

asal jangan sampai kejadian seperti ini aja gan XD

razia stiker gabungan dishub dan polantas XD

(imt)

foto : google, bismania

19 comments

Sharing Pengalaman Atau Komentar Masbro Disini Ya

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: